Helmy M Noor: Literasi Digital Mendesak dan Harus Jadi Gerakan Bersama, Khususnya Warga NU

11 Juni 2026 21:34 11 Jun 2026 21:34

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Helmy M Noor: Literasi Digital Mendesak dan Harus Jadi Gerakan Bersama, Khususnya Warga NU

Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya Helmy M Noor (kedua kanan) berfoto bersama di sela seminar  tantangan Literasi NU di Ruang Digital yang diselenggarakan oleh PAC ISNU Taman dan LPPM UMAHA (Universitas Ma’arif Hasyim Latif) Sidoarjo pada Kamis, 11 Juni 2026. (Foto: Humas Al Yasmin)

KETIK, SIDOARJO – Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya Helmy M Noor menegaskan tantangan terbesar literasi NU di ruang digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, melainkan bagaimana menghadirkan konten yang kredibel, moderat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Hari ini perang informasi berlangsung sangat cepat. Jika warga NU tidak aktif mengisi ruang digital dengan konten berbasis ilmu, nilai keislaman moderat dan semangat kebangsaan maka ruang tersebut diisi oleh informasi yang belum tentu benar. Karena itu, literasi digital harus menjadi gerakan bersama,” jelas Helmy dalam seminar  tantangan Literasi NU di Ruang Digital yang diselenggarakan oleh PAC ISNU Taman dan LPPM UMAHA (Universitas Ma’arif Hasyim Latif) Sidoarjo pada Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung A UMAHA tersebut mengangkat tema Tantangan Literasi NU di Ruang Digital. Seminar menghadirkan narasumber utama  Helmy M Noor (Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya) dan keynote speaker Dr. Dheasy Herawati S.Si., M.Si (Wakil Rektor II UMAHA).

Hadir pada kesempatan tersebut sejumlah dosen, mahasiswa, pengurus ISNU serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penguatan literasi digital dan pengembangan keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya, Ketua PAC ISNU Taman M. Syarif Hidayatullah M.Pd.I menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik agar masyarakat mampu memilah informasi secara bijak serta berkontribusi positif dalam ruang digital.

“Ruang digital saat ini menjadi arena baru dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan. Warga NU, khususnya generasi muda dan kalangan akademisi, harus hadir tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai produsen gagasan, pengetahuan, dan narasi yang mencerahkan masyarakat,” ujar dosen yang akrab dipanggil Ustadz Syarif ini.

Selain seminar, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dengan diluncurkannya Jurnal NUSCIENCE: Journal of Religion, Education and Social Humanities, sebuah jurnal ilmiah yang diharapkan menjadi wadah publikasi hasil penelitian dan pemikiran akademik di bidang keagamaan, Pendidikan dan humaniora. (*)

Tombol Google News

Tags:

Helmy M Noor pesantren Al yasmin UMAHA Sidoarjo Literasi digital Kabupaten Sidoarjo info sidoarjo berita sidoarjo