KETIK, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa semangat bela negara pada era digital tidak lagi hanya diwujudkan melalui pengabdian di medan fisik, tetapi juga melalui sikap bijak, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Dewan Pimpinan Provinsi Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Senin 3 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Andra Soni mengatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat di ruang digital memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, menurutnya, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang benar, membangun, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bela negara pada era digital harus dimaknai secara lebih luas dan kontekstual. Menjadi warga digital yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab merupakan salah satu bentuk nyata bela negara pada masa kini,” ujar Andra Soni.
Ia menjelaskan, ruang digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, mempromosikan budaya lokal, mendukung penggunaan produk dalam negeri, serta menyebarkan narasi positif tentang Indonesia, khususnya Provinsi Banten.
“Ruang digital harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, mempromosikan budaya lokal, mendukung produk dalam negeri, serta menyebarkan narasi positif tentang Indonesia dan Provinsi Banten,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Andra Soni juga mengajak Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Provinsi Banten untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan membangun ketahanan digital di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
“Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia Provinsi Banten diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai bela negara, meningkatkan kesemaptaan, membangun ketahanan digital, serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten,” ujarnya.
Selain itu, Andra Soni menyambut baik gagasan kolaborasi pembangunan desa yang disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional IARMI yang juga Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria. Menurutnya, pembangunan desa harus dilakukan secara kolaboratif dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki masyarakat.
“Kita akan tindak lanjuti program-program tersebut. Membangun desa tidak melulu berbasis uang, tetapi juga melalui pemetaan potensi serta berbagai bentuk kontribusi lainnya,” kata Andra Soni.
Andra Soni berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan IARMI dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh, memiliki semangat kebangsaan, serta mampu menghadapi tantangan di era digital.
Menurutnya, bela negara saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat atau institusi tertentu, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial dan memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana.(*)
