KETIK, SAMPANG – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sampang Pusat Madiun menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Sampang, Minggu 4 Oktober 2026.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus cabang, Dewan Cabang, serta perwakilan ranting se-Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus evaluasi pelaksanaan program kerja setahun terakhir.
Selain melakukan evaluasi, forum ini merumuskan sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Pembahasan program dibagi ke dalam tiga komisi utama:
Komisi I (Bidang Organisasi): Berfokus pada penataan administrasi dan penguatan kepengurusan di tingkat ranting.
Komisi II (Bidang Teknik): Menata jadwal latihan di tiap ranting serta meningkatkan kemampuan anggota demi mendongkrak prestasi.
Komisi III (Humas & Pengabdian Masyarakat): Mendorong keberadaan PSHT agar memberi dampak sosial yang nyata dan positif bagi masyarakat luas.
Ketiga komisi tersebut dibentuk untuk memastikan seluruh lini organisasi berjalan sinergis dan terstruktur.
Para pengurus PSHT Cabang Sampang Pusat Madiun (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)
Ketua PSHT Cabang Sampang Pusat Madiun, Tamsul, mengimbau seluruh anggota agar tidak menilai keberhasilan seorang warga PSHT hanya dari ukuran materi semata.
"Memahami kekayaan itu bukan hanya materi. Ketika beban hidup berkurang dan kesehatan juga meningkat, itu bagian dari kekayaan yang harus kita syukuri," tuturnya.
Ia menegaskan, setelah pemenuhan kebutuhan duniawi tercapai, anggota PSHT sejatinya mulai berfokus pada pembentukan karakter, sosial, dan pengabdian sesama.
"Seharusnya, kalau kita sudah menjadi warga PSHT, ketika masalah kehidupan dunia sudah selesai, kita juga harus memikirkan bagaimana kehidupan kita ke depan, bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain," tegasnya.
Tamsul berharap hasil Rakercab II ini tidak berhenti sekadar rumusan di atas kertas, tetapi terealisasi dalam aksi nyata. Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus merawat persaudaraan serta menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian.(*)
