KETIK, PEMALANG – Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pemalang menggelar resepsi Milad ke-109 di salah satu hotel di Kabupaten Pemalang, Minggu, 24 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat dakwah kemanusiaan sekaligus membahas berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi daerah setempat.
Acara tersebut dihadiri Anom Widiyantoro, Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang Sapto Suhendro, serta Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah Eni Winaryati.
Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro mengatakan Milad Aisyiyah ke-109 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Aisyiyah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Pemalang masih menghadapi sejumlah tantangan serius, mulai dari tingginya angka pernikahan dini, perceraian hingga kemiskinan.
“Berdasarkan data statistik, angka pernikahan dini di Kabupaten Pemalang berada pada peringkat keempat tertinggi di Jawa Tengah. Selain itu, angka perceraian dan kemiskinan juga masih berada dalam lima besar tertinggi di Jawa Tengah,” ujar Anom.
Ia menegaskan, persoalan tersebut membutuhkan perhatian bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan seperti Aisyiyah.
“Kami kemarin baru saja mendapatkan informasi banyak hal tentang data-data statistik Kabupaten Pemalang dan ini menjadi tantangan bersama antara Kabupaten Pemalang bersama Aisyiyah Kabupaten Pemalang,” katanya.
Anom juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga generasi muda agar mampu menghadapi tantangan sosial di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua PDA Kabupaten Pemalang Maesaroh mengatakan Milad Aisyiyah tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”.
Menurutnya, sejak didirikan oleh Nyai Ahmad Dahlan 109 tahun lalu, Aisyiyah telah membuktikan peran perempuan sebagai pelaku utama perubahan sosial di tengah masyarakat.
Maesaroh menjelaskan, Aisyiyah Kabupaten Pemalang saat ini memiliki berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial. Di antaranya 45 lembaga pendidikan anak usia dini, satu Sekolah Dasar Aisyiyah, dua Klinik Pratama, dan satu panti asuhan.
Selain itu, pihaknya juga tengah merintis dua deker lansia, dua PKBM, dan satu Posbakum untuk memperluas pelayanan sosial kepada masyarakat.
Meski demikian, Maesaroh menilai perjuangan Aisyiyah masih menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan dini, hingga tantangan moral generasi muda di era digital.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader Aisyiyah di Kabupaten Pemalang agar lebih adaptif dan visioner mengikuti perkembangan zaman.
“Teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan edukasi masyarakat,” pungkasnya.(*)
