Kemensos Bentuk Kampung Siaga Bencana di Penakir Pemalang, Warga Dilatih Mitigasi

17 Mei 2026 05:15 17 Mei 2026 05:15

Slamet Sumari, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kemensos Bentuk Kampung Siaga Bencana di Penakir Pemalang, Warga Dilatih Mitigasi

penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Sekretaris Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang, Supadi bersama Camat Pulosari, Arif Senoaji (foto: Kominfo Pemalang for ketik.com)

KETIK, PEMALANG – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat, 15 Mei 2026.

‎Pembentukan KSB ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di wilayah rawan.

‎Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Penakir tersebut dibuka langsung oleh Ketua Pokja Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kementerian Sosial RI, Taufik Saeful Rahman. Sebanyak 60 peserta dari berbagai kalangan usia mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana tersebut.

‎Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Sekretaris Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang, Supadi bersama Camat Pulosari, Arif Senoaji kepada dua perwakilan peserta.

‎Taufik Saeful Rahman mengatakan, pembentukan Kampung Siaga Bencana menjadi momentum penting untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

‎“Ini menjadi momen bahwa masyarakat, khususnya di Kecamatan Pulosari, adalah masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Dengan adanya KSB, kesiapsiagaan dan kemampuan mitigasi masyarakat akan semakin meningkat,” ujarnya.

‎Sementara itu, Supadi menjelaskan bahwa Desa Penakir merupakan lokasi ketiga pembentukan KSB di Kabupaten Pemalang setelah sebelumnya dibentuk di Kecamatan Watukumpul dan Kecamatan Ulujami.

‎Menurutnya, Kecamatan Watukumpul dipilih sebagai lokasi pertama pembentukan KSB di Jawa Tengah karena memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, seperti tanah longsor dan kekeringan yang hampir terjadi setiap tahun.

‎Sedangkan, pembentukan KSB di Desa Penakir dilakukan setelah adanya peristiwa banjir bandang yang sempat menimbulkan korban jiwa serta kerusakan fisik di wilayah tersebut.

‎"Di Penakir kita tidak menduga adanya banjir bandang yang menimbulkan korban. Karena itu Kementerian Sosial hadir membentuk KSB sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Harapannya relawan menjadi lebih tanggap, tangguh, dan cepat dalam penanganan bencana,” kata Supadi.

Ia juga berharap seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang ke depan dapat memiliki Kampung Siaga Bencana agar kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi kebencanaan semakin meningkat.

‎“Setelah dibentuk, masyarakat harus paham langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Semoga dengan adanya KSB, Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Pulosari, semakin aman dari risiko bencana,” tambahnya.

‎Camat Pulosari, Arif Senoaji, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI dan Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang atas pembentukan KSB di wilayahnya.

‎Ia berharap masyarakat Kecamatan Pulosari semakin siap, siga, dan tanggap dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

‎“Mudah-mudahan setelah ini Pulosari semakin aman dari bencana. Namun apa pun bentuk bencana, kita harus tetap siap. Dengan adanya KSB ini, insyaallah masyarakat akan lebih siap dan tanggap jika sewaktu-waktu bencana terjadi,” tuturnya.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Kampung Siaga Bencana Ksb Penakir Desa Penakir Kecamatan Pulosari Kemensos RI Bencana Pemalang mitigasi bencana Dinsos KBPP Pemalang Banjir Bandang Penakir