Misi Dagang Jatim-Riau 2026! Ini 10 Perusahaan Sukses Lakukan Transaksi Besar, Lengkap dengan Komoditasnya

9 Juli 2026 08:41 9 Jul 2026 08:41

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Misi Dagang Jatim-Riau 2026! Ini 10 Perusahaan Sukses Lakukan Transaksi Besar, Lengkap dengan Komoditasnya

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) menerima hadiah berupa lukisan di sela program Misi Dagang Jatim-Riau di Pekanbatu pada Rabu, 8 Juli 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, PEKANBARU – Misi Dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini memasuki periode kelima. Kali ini, Provinsi Riau menjadi sasaran untuk saling bertukar potensi perdagangan demi memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang yang digelar di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru pada Rabu, 8 Juli 2026 tersebut.

Tak main-main, catatan transaksional kedua provinsi tersebut menghasilkan nilai yang mencapai Rp1.066.031.400.000. Nilai komitmen transaksi tersebut terdiri atas penjualan Jawa Timur sebesar Rp704.881.400.000 dan pembelian dari Provinsi Riau sebesar Rp361.150.000.000.

"Sepuluh transaksi terbesar dalam Misi Dagang Jawa Timur–Riau berasal dari berbagai sektor strategis" ujarnya.

Transaksi terbesar dilakukan PT Kharim Mandiri Indonesia, Kota Kediri dengan PT Unggas Riau Perkasa, Kabupaten Kampar, senilai Rp202,196 miliar per tahun, meliputi penjualan olahan daging unggas, olahan daging sapi, susu, daging unggas, DOC dan domba.

Selanjutnya PT Ayo Tani Kabupaten Kediri, dengan PT Riau Multi Trade Pekanbaru, senilai Rp108,5 miliar per tahun untuk komoditas beras, bawang merah, cabai, gula merah, dan teh curah.

Lalu PT Ayo Tani Kabupaten Kediri dengan PT Riau Pangan Bertuah Pekanbaru dengan nilai transaksi Rp 101,4 miliar. Disusul Pabrik Rokok Dian Mulyo, Kabupaten Trenggalek, dengan Kholis Romli, Sukamara, senilai Rp79,2 miliar per tahun untuk penjualan rokok.

Transaksi besar lainnya dilakukan PT Suri Tani Pemuka.Kabupaten Sidoarjo, dengan PT Anagi Mandiri Sejahtera, Kabupaten Kampar, senilai Rp71,11 miliar per tahun berupa pakan ikan, pakan udang, dan benur.

Kemudian CV Satriya Abdi Buana Surabaya membeli 1.200 ton kelapa jambul dari PT Korindo Komplit Karbon, Pekanbaru senilai Rp43,2 miliar per tahun.

Selain itu, CV Riki Utama Mandiri/RUM Seafood melakukan transaksi dua arah dengan Koperasi Produksi Generasi Mandiri, Bengkalis, berupa penjualan fillet dori dan pembelian udang vaname senilai Rp32,825 miliar per tahun.

Berikutnya CV Sinar Jaya Sae Kabupaten Gresik menjual pupuk dolomit dan NPK kepada Kopontren Al-Amin, Pekanbaru senilai Rp24,27 miliar per tahun.

Lalu, CV Satrya Abdi Buana, membeli arang tempurung kelapa dari PT.Salju Coco Mandiri, Tembilahan senilai Rp24 miliar. Ada juga CV Jawara Ternak Sumenep menjual Bibit Sapi Madura ke Rumah Pemotongan Hewan Pekanbaru senilai Rp20,8 miliar.

“Transaksi yang terjadi menunjukkan semakin kuatnya hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Riau," tegas Gubernur Khofifah.

Yang pasti, kata dia, forum business matching tidak hanya mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi produksi masing-masing daerah, tetapi juga membuka peluang investasi dan kemitraan bisnis jangka panjang yang diharapkan semakin memperkuat rantai pasok nasional. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa misi dagang Riau- Jatim Perusahaan Transaksi Terbesar Info Riau Info Jatim