KETIK, PEKALONGAN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, mengungkapkan alasan tidak adanya gajah di Objek Wisata Linggo Asri.
Meskipun sempat menjadi ikon Linggo Asri, satwa tersebut tidak bisa dipertahankan lantaran didasarkan pada pertimbangan ekonomi dan efektivitas pengelolaan destinasi wisata.
Pernyataan itu disampaikan Abdul Munir saat menghadiri kegiatan Pers Tour di kawasan Wisata Linggo Asri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia mengungkapkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk memelihara gajah mencapai sekitar Rp500 juta setiap tahun. Sementara itu, pemasukan yang diperoleh dari keberadaan satwa tersebut dinilai tidak mampu menutup besarnya biaya operasional.
"Biaya pemeliharaan gajah sekitar Rp500 juta per tahun, sedangkan pendapatan yang dihasilkan tidak sebanding," kata Abdul Munir.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam pengelolaan objek wisata milik pemerintah daerah.
Pengembangan pariwisata, kata dia, harus mempertimbangkan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Abdul Munir menilai, saat ini tren pariwisata terus berubah mengikuti minat masyarakat. Karena itu, diperlukan inovasi agar destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan tetap mampu menarik kunjungan wisatawan.
Ia menyebut wisata olahraga atau sport tourism berpotensi menjadi alternatif pengembangan. Berbagai kegiatan seperti lomba lari maupun ajang motorcross diyakini dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung.
"Yang berkembang saat ini justru wisata ziarah. Ke depan perlu terobosan mengikuti tren yang ada, seperti wisata olahraga," ujarnya.
Selain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengembangan sektor pariwisata juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Kehadiran wisatawan dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga usaha penginapan.
"UMKM, transportasi, hingga usaha penginapan juga harus ikut tumbuh dari sektor pariwisata," tegasnya.
Kegiatan Pers Tour Linggo Asri dan Desa Wisata tersebut mengangkat tema "Menyatukan Wisata Unggulan Kabupaten Pekalongan".
Acara yang berlangsung secara sederhana itu menjadi ruang diskusi antara pemerintah daerah, DPRD, media, dan sejumlah tokoh masyarakat mengenai masa depan pariwisata Kabupaten Pekalongan.(*)
.png)