Kondisi Dua Korban Selamat Tabrakan Maut Bus ALS Mulai Membaik, Masih Jalani Perawatan Intensif

9 Mei 2026 18:12 9 Mei 2026 18:12

Yola Dwi R., Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kondisi Dua Korban Selamat Tabrakan Maut Bus ALS Mulai Membaik, Masih Jalani Perawatan Intensif

Kondisi kedua korban selamat tragedi tabrakan maut Bus ALS dan mobil tangki di Jalinsum Musi Rawas Utara yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan, Sabtu 9 Mei 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – Dua korban selamat dalam tragedi tabrakan maut Bus ALS dan mobil tangki di Jalinsum Musi Rawas Utara yang kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang mulai menunjukkan perkembangan positif.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr. Budi Santoso, mengatakan kondisi kedua pasien saat ini berangsur stabil meski masih membutuhkan penanganan intensif dan bantuan alat medis.

“Kondisi kedua korban sudah mulai membaik, stabil, masih memakai ventilator. Dan untuk korban Ngadiono sudah makan bubur dan sudah bisa diajak berbicara,” ujar dr. Budi Santoso saat konferensi pers pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Meski kondisi mulai membaik, kedua korban dijadwalkan menjalani operasi lanjutan pada Senin mendatang.

Operasi tersebut bertujuan mengangkat jaringan mati akibat luka bakar serius yang dialami korban.

“Operasi kedua itu adalah pengangkatan jaringan-jaringan mati juga, karena memang harus kita bersihkan. Jadi kita akan melakukan beberapa kali operasi, yang pertama untuk pencegahan infeksi, yang kedua untuk membersihkan sisa-sisa jaringan mati yang masih menempel di kulit korban,” katanya.

Foto Kondisi salah satu korban selamat tragedi tabrakan maut Bus ALS dan mobil tangki di Jalinsum Musi Rawas Utara yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan, Sabtu 9 Mei 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)Kondisi salah satu korban selamat tragedi tabrakan maut Bus ALS dan mobil tangki di Jalinsum Musi Rawas Utara yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan, Sabtu 9 Mei 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)

Menurut dr. Budi, luka bakar pada korban tidak hanya merusak lapisan kulit, tetapi juga membuat material di sekitar lokasi kebakaran ikut melekat pada tubuh korban akibat suhu panas yang tinggi.

“Kami sampaikan juga kemarin bahwa pada kasus-kasus korban terbakar, jadi bukan hanya kulit saja yang terbakar, tapi benda-benda lain di sekitarnya juga ikut menempel pada kulit atau tubuh korban,” jelasnya.

Ia memaparkan, korban bernama Ngadiono mengalami luka bakar sekitar 50 persen dan kini mulai menunjukkan respons yang cukup baik.

Sementara kondisi korban lainnya, Jumiatun, dinilai lebih berat karena mengalami trauma inhalasi akibat menghirup udara panas dan asap saat kejadian.

“Kalau Bapak Ngadiono 50 persen, cuma memang kondisi Ibu Jumiatun itu lebih buruk. Dia juga ada trauma inhalasi atau luka bakar di daerah saluran napas maupun saluran cerna, sehingga saat ini korban kita pakai alat bantu napas ventilator,” ungkapnya.

Saat ini, tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan terus melakukan pemantauan ketat dan perawatan intensif terhadap kedua korban guna mencegah infeksi serta mempercepat pemulihan pascaoperasi.

Tragedi maut Bus ALS dan mobil tangki di Jalinsum Musi Rawas Utara sebelumnya mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan luka berat.

Proses identifikasi korban serta penanganan medis masih terus berlangsung hingga saat ini.(*)

Tombol Google News

Tags:

Dua Korban musi rawas utara RS Bhayangkara Palembang bus als Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Dr Budi Santoso Ngadiono Jumiatun Kecelakaan Maut Jalinsum Korban Luka Bakar berita palembang Info Palembang