KETIK, PALEMBANG – Kericuhan yang terjadi di area perkebunan sawit PT BCP Dabukrejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa 23 Juni 2026, mengakibatkan satu warga meninggal dunia, dua orang mengalami luka-luka, serta sejumlah fasilitas perusahaan mengalami kerusakan akibat dibakar massa.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berawal dari upaya petugas gabungan mengamankan kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut tandan buah segar (TBS) hasil pencurian dari area perkebunan PT BCP.
Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas mengamankan 11 unit sepeda motor dan satu unit mobil pikap yang diduga terkait aktivitas pencurian buah sawit.
Situasi kemudian berubah tegang pada pukul 17.00 WIB ketika massa dari Desa Tebing Suluh mendatangi lokasi dan meminta kendaraan yang diamankan dikembalikan.
Untuk meredam situasi, petugas melakukan negosiasi dengan masyarakat. Hasilnya, kendaraan yang diamankan diserahkan kembali kepada warga, sementara buah sawit yang diduga menjadi barang bukti dikembalikan kepada pihak perusahaan.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan saat diwawancarai di Mapolda Sumsel, Rabu 24 Juni 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)
Meski demikian, kericuhan tetap terjadi. Dalam insiden tersebut, seorang anggota Polsek Lempuing mengalami luka setelah diduga ditendang hingga terjatuh ke dalam parit. Selain itu, kendaraan patroli milik kepolisian juga mengalami kerusakan.
“Namun di tengah proses tersebut terjadi kericuhan. Salah satu anggota Polsek Lempuing mengalami luka setelah diduga ditendang hingga terjatuh ke parit. Selain itu, kendaraan patroli milik petugas juga mengalami kerusakan,” ujar Kompol I Putu Suryawan, saat diwawancarai Rabu 24 Juni 2026.
Ketegangan semakin meningkat setelah terdengar suara letusan yang hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk memastikan sumber dan penyebabnya.
Akibat kejadian tersebut, dua warga mengalami luka dan mendapatkan penanganan medis. Korban yakni Zainal Abidin (50), warga Desa Tebing Suluh, yang mengalami luka pada bagian perut sebelah kiri, serta Mat Umar (43) yang mengalami luka pada paha kiri. Keduanya dilaporkan dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan.
Pasca kericuhan, massa melakukan pembakaran terhadap dua pos keamanan dan satu mess atau rumah karyawan yang berada di lingkungan perkebunan PT BCP.
Di tengah aksi pembakaran itu, seorang warga bernama Ali (25), warga Dusun Kecapi, Desa Tebing Suluh, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik saat berada di lokasi kejadian.
Polda Sumsel menegaskan seluruh rangkaian peristiwa masih dalam proses penyelidikan guna mengungkap secara utuh kronologi dan penyebab kejadian. Untuk menjaga situasi tetap aman, aparat telah menerjunkan personel Brimob dan Subdit III Jatanras Ditreskrimum guna memperkuat pengamanan di lokasi.
“Saat ini seluruh fakta dan penyebab kejadian masih didalami oleh tim. Fokus kami adalah memastikan situasi tetap kondusif, memberikan penanganan kepada korban, serta melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan,” kata Putu.
Selain melakukan penyelidikan, kepolisian juga telah mengambil sejumlah langkah penanganan, di antaranya mengamankan senjata api personel yang bertugas saat pengamanan, melakukan konsolidasi pasukan, memperketat penjagaan wilayah, serta berkoordinasi dengan Forkopimda untuk mencegah konflik meluas.
Polda Sumsel juga memastikan telah memberikan perhatian kepada para korban, termasuk mengunjungi korban yang menjalani perawatan serta menyampaikan belasungkawa dan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.
Hingga Rabu 24 Juni 2026, kondisi di Kecamatan Lempuing dilaporkan mulai berangsur kondusif. Meski demikian, personel gabungan masih disiagakan di lokasi guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan dan menjaga stabilitas wilayah. (*)
.png)