FIFA ASEAN CUP: Saatnya John Herdman Hentikan Dominasi Thailand

3 Oktober 2026 22:40 3 Okt 2026 22:40

Agus Riyanto, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail FIFA ASEAN CUP: Saatnya John Herdman Hentikan Dominasi Thailand

Oleh: Agus Riyanto*

Tim Gajah Perang Thailand cukup mendominasi dalam 5 pertemuan terakhir melawan Indonesia. Meraih dua kemenangan dan selebihnya berakhir imbang. Pendeknya Indonesia tidak pernah menang melawan Thailand dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini.

Dari data yang dihimpun, 2019 kalah 0-3 di Kualifikasi Piala Dunia, 2021 dalam Kualifikasi Piala Dunia bermain imbang 2-2, kalah telak 0-4 di Piala AFF 2020, bermain imbang 2-2 di Piala AFF 2020, dan imbang 1-1 di Piala AFF 2022. Jika melihat data tersebut tentu bisa menjadi alarm bahaya bagi anak asuh John Herdman di pertemuan keenam dalam FIFA ASEAN CUP 2026 pada tanggal 5 Oktober di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi John Herdman untuk menghentikan dominasi Thailand, sekaligus membawa trofi kalender FIFA untuk kali pertama sejak menangani Timnas Indonesia. Tentu ini bukan pekerjaan mudah menghadapi tim raksasanya Asia Tenggara.

Indonesia kalah segalanya dari Thailand, baik secara peringkat FIFA, head to head dan jumlah trofi yang di raih di turnamen Asia Tenggara. Salah satunya adalah Piala AFF. Tapi kini skuad Garuda sudah berubah. Deretan pemain bintang yang merumput di liga Eropa bisa menjadi jalan terjal bagi Chanathip Songkrasin dan koleganya. Setidaknya produktifitas pemain Indonesia cukup tinggi dibabak fase grup. Termasuk sang predator Michael Baker.

Tapi Thailand tetaplah Thailand. Pengalaman menjadi raja sepak bola Asean akan menjadi modal penting. Pun demikian pengalaman mengalahkan Indonesia di depan pendukungnya. Apalagi hadirnya beberapa pemain keturunan atau kewarganegaraan ganda  yang memiliki kualitas lumayan bagus. Sebut saja Nicholas Mickelson dan Jude Soonsup-Bell. Kedua pemain tersebut memiliki kecepatan dengan akurasi passing cukup bagus.

Sehingga, ini akan menjadi sinyal bahaya bagi Calvin Verdonk dan Kevin Diks jika terlambat dalam transisi bertahan. Sangat diyakini jika Herdman akan mengintruksikan kepada kedua pemain tersebut untuk tidak terlalu overlap. Karena, jika terlambat bertahan bisa menjadi petaka. Artinya, memperkuat lapangan tengah akan salah satu alternatif. Apalagi stamina para pemain sangat terkuras saat menang dramatis melawan Bangladesh di match day terakhir grup A.

Sementara itu, Thailand yang sudah terlebih dahulu lolos otomatis justru tidak all out di laga terakhir melawan Philipina dan kalah 1-2. Selain sengaja melepas pertandingan itu juga merupakan taktik untuk menyimpan pemain handalnya yang dipersiapkan untuk partai grand final melawan Indonesia.

Sebenarnya, pertemuan Indonesia versus Thailand di partai final merupakan pertemuan klasik. Ironisnya Indonesia jarang  menang. Kini tinggal bagaimana sang pelatih meracik taktik sesempurna mungkin untuk meminimalisir kecepatan lawan. Tak kalah penting counter attack mematikan.

Partai final FIFA ASEAN CUP bisa dijadikan momentum bagi Herdman untuk memberikan kado terbaik di penghujung tahun 2026. Apalagi bermain dihadapan suporter fanatik Indonesia. Momentum ini tidak boleh begitu saja. Yang jelas para elit bola di tanah air termasuk kemungkinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden FIFA akan datang ke Stadion GBK.

Secara matematis permainan menunggu dan sama-sama menjaga kedalam akan tersaji dari kedua tim. Kecil kemungkinannya kedua tim akan bermain ofensif. Super big match ini sangat dinantikan oleh jutaan pecinta bola di tanah air dan tentunya Indonesia bisa menjadi juara.

Peluang mengalahkan Thailand sangat terbuka lebar asalkan sang pelatih tidak berspekulasi taktik dan penempatan posisi pemain juga harus sesuai dengan posisi aslinya. Tidak ada istilah coba-coba. Ini partai final dan ini Indonesia. Wajib juara, semoga (*)

*) Agus Riyanto merupakan Plt Ketua PWI Trenggalek dan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email [email protected]
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)
Tombol Google News

Tags:

opini Artikel opini Agus Riyanto Fifa Asean Cup Timnas Indonesia Timnas Thailand