Siap-siap! Festival Rontek Pacitan 2026 Digelar Bulan Juli, Ini Bedanya dengan Tahun Lalu

18 Juni 2026 15:51 18 Jun 2026 15:51

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Siap-siap! Festival Rontek Pacitan 2026 Digelar Bulan Juli, Ini Bedanya dengan Tahun Lalu

Penampilan peserta dalam Festival Rontek Pacitan. Tahun 2026, festival budaya kebanggaan Pacitan ini akan digelar pada 17-19 Juli dengan melibatkan kategori pelajar dan konsep panggung berjalan. (Foto: Disbudparpora for Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Festival Rontek Pacitan (FRP) akan digelar kembali tahun ini. 

Event budaya kebanggaan masyarakat Pacitan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juli 2026 mendatang.

Meski masih mempertahankan esensi tradisi rontek sebagai hiburan rakyat, penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan sejumlah perubahan konsep dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Pacitan, Adetiya Wicaksana Putra, mengatakan persiapan festival saat ini terus berjalan dan seluruh peserta dari masing-masing kecamatan telah mulai melakukan latihan.

"Festival Rontek Pacitan insyaallah tetap terselenggara tahun ini sesuai arahan pimpinan pada tanggal 17, 18, dan 19 Juli 2026. Saat ini persiapan terus berproses dan ada sedikit perubahan konsep dibandingkan tahun lalu," katanya kepada Ketik.com, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Adetiya, salah satu perubahan paling mencolok tahun ini adalah keterlibatan peserta dari kalangan pelajar yang sebelumnya belum menjadi kategori khusus dalam kompetisi.

Selain 12 kelompok perwakilan kecamatan yang masuk kategori umum, FRP 2026 juga akan menghadirkan kelompok pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

"Kami menghadirkan kategori pelajar, yaitu satu kelompok tingkat SMA, satu kelompok tingkat SMK, satu kelompok tingkat MA, dan satu kelompok dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 46," jelasnya.

Tak hanya itu, kelompok rontek pelajar tingkat SMP juga akan dilibatkan sebagai peserta eksibisi atau pengisi hiburan selama festival berlangsung.

Panitia juga menambahkan Festival Kostum Pelajar yang diharapkan menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda sekaligus memperkuat unsur regenerasi dalam pelestarian budaya rontek.

Konsep Dikembalikan ke Akar Tradisi

Selain penambahan kategori peserta, perubahan juga terjadi pada konsep penilaian.

Jika pada penyelenggaraan tahun lalu terdapat tiga titik atau venue penilaian, tahun ini hanya disiapkan dua venue utama dan satu venue dengan konsep panggung berjalan.

Konsep tersebut sengaja diterapkan untuk mengembalikan esensi rontek sebagai hiburan rakyat yang bergerak dari satu titik ke titik lain.

"Tahun lalu ada tiga venue penilaian. Tahun ini hanya dua venue penilaian dan satu venue dengan konsep panggung berjalan. Kami ingin mengembalikan bahwa rontek itu hiburan berjalan," ujarnya.

Dalam konsep baru tersebut, peserta tidak lagi berhenti terlalu lama di depan titik penilaian untuk melakukan atraksi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebaliknya, penampilan akan dinilai sepanjang lintasan yang telah ditentukan.

Adetiya menjelaskan panggung berjalan tersebut akan berada di sepanjang ruas jalan depan SMP Negeri 2 Pacitan hingga kawasan Penceng.

"Jadi yang biasanya berhenti di depan venue kemudian atraksi dan dinilai, tahun ini konsepnya berjalan. Tempatnya di sepanjang jalan depan SMP 2 sampai Penceng," katanya.

Peserta Dibebaskan Menentukan Tema

Berbeda dengan beberapa festival budaya lain yang mengusung tema tertentu, panitia FRP 2026 justru memberikan kebebasan kepada seluruh peserta untuk menentukan konsep dan cerita yang akan ditampilkan.

Kebijakan tersebut diambil agar setiap wilayah dapat menggali potensi budaya dan karakter lokal masing-masing.

"Terkait tema kami membebaskan. Tidak ada pakem yang harus ditampilkan. Kami ingin menggali kreasi dari masing-masing wilayah," kata Adetiya.

Dengan kebebasan tersebut, panitia berharap dapat melihat keberagaman ide, cerita rakyat, sejarah, hingga potensi budaya yang dimiliki setiap kecamatan di Kabupaten Pacitan.

Imbau Tak Berlebihan dalam Adu Sound

Menjelang pelaksanaan festival, Adetiya juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta yang saat ini tengah menjalani latihan.

Ia mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap antusias mengikuti FRP 2026 meskipun kondisi keuangan daerah maupun desa saat ini sedang mengalami berbagai penyesuaian akibat kebijakan efisiensi anggaran.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta. Di tengah kondisi efisiensi keuangan daerah maupun desa, semangat untuk menyelenggarakan Festival Rontek tetap luar biasa," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti fenomena adu sound yang selama ini kerap melekat dengan festival rontek.

Menurutnya, panitia tidak pernah menjadikan penggunaan sound system besar sebagai komponen penilaian.

Karena itu, peserta diminta lebih fokus pada kreativitas, inovasi, serta kualitas pertunjukan dibanding berlomba menghadirkan peralatan suara yang berlebihan.

"Kami berharap Festival Rontek tidak secara hedon menghadirkan sound-sound besar. Yang penting adalah unsur penilaian rontek terpenuhi, kreatif, dan inovatif," tegasnya.

Masuk Kharisma Event Nusantara 2026

Kabar baik lainnya, Festival Rontek Pacitan kembali dipercaya menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun event-event terbaik dari seluruh Indonesia.

Menurut Adetiya, status tersebut menjadi motivasi bagi penyelenggara untuk terus melakukan inovasi agar festival budaya khas Pacitan tersebut tetap mendapatkan tempat di tingkat nasional.

"Alhamdulillah Festival Rontek Pacitan masih dipercaya masuk dalam Kharisma Event Nusantara tahun 2026," ungkapnya.

Ia berharap inovasi yang dilakukan tahun ini, terutama keterlibatan pelajar, dapat menjadi nilai tambah dalam proses kurasi KEN pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, salah satu indikator penting dalam penilaian KEN adalah adanya regenerasi pelaku budaya.

"Harapannya dengan sedikit perubahan konsep ini kita masih dipercaya masuk KEN tahun 2027 dan tahun-tahun selanjutnya. Karena salah satu penilaian KEN itu adanya keterlibatan pelajar sebagai regenerasi pemain," jelasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Adetiya Wicaksana festival rontek Rontek Pacitan disparbudpora pacitan Kharisma Event KEN 2026 Budaya Pacitan Pelajar Pacitan Kecamatan Pacitan Event Pacitan Info Pacitan Berita pacitan