DPRD Kota Surabaya Dorong Manfaatkan Urban Farming, Upaya Wujudkan Ketahanan Pangan di Lingkungan Warga

14 Oktober 2026 20:40 14 Okt 2026 20:40

Fitra Herdian, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail DPRD Kota Surabaya Dorong Manfaatkan Urban Farming, Upaya Wujudkan Ketahanan Pangan di Lingkungan Warga

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko saat mengadakan jaring aspirasi masyarakat di RT 7, RW 1, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

KETIK, SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendorong pengembangan urban farming, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di lingkungan warga Kota Pahlawan.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko saat mengadakan jaring aspirasi masyarakat di RT 7, RW 1, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya.

Di sana, Cak Yebe, sapaannya juga mengunjungi kebun hidroponik Sri Rejeki Jitu yang dikelola oleh warga. Dari kunjungannya, Cak Yebe menilai kebun hidroponik itu memiliki potensi sekaligus menjadi kegiatan produktif di kampung.

"Hasil panen, selain disuplai ke supermarket dan pasar modern, juga didistribusikan kepada balita, ibu hamil dan lansia di wilayah sekitar," lanjutnya.

Manfaat urban farming, kata Cak Yebe, tidak hanya bernilai ekonomi saja. Melainkan juga memenuhi kebutuhan gizi para warga setempat.

Cak Yebe, dalam agenda reses tersebut, juga memberikan dukungan dana sebesar Rp10 juta. Dana tersebut bertujuan untuk membantu operasional kebun hidroponik Sri Rejeki Jitu dan mendukung keberlanjutan kegiatan warga sekaligus menjaga agar pengelolaan kebun dapat terus berkembang.

"Harapannya, kegiatan yang sudah berjalan ini bisa semakin produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga," katanya.

Cak Yebe juga memberikan empat unit tong komposter kepada warga untuk pengelolaan sampah organik. Hal ini bertujuan mengintegrasikan urban farming, sehingga lingkungan dan aktivitas pertanian warga dapat berkembang dalam satu ekosistem.

"Pengelolaan sampah organik juga harus berjalan bersama dengan urban farming. Karena itu saya memberikan empat unit tong komposter agar limbah organik bisa dikelola dan dimanfaatkan kembali," tuturnya.

Selain urban farming, Cak Yebe juga mendorong warga mengoptimalkan lahan yang tersedia dengan kegiatan produktif lain, seperti pengembangan peternakan ayam petelur sebagai pelengkap usaha hidroponik.

"Lahan yang ada jangan hanya dimanfaatkan untuk hidroponik kalau masih memungkinkan, bisa dikembangkan untuk ternak ayam petelur sehingga ada diversifikasi usaha dan hasil yang bisa mendukung ketahanan pangan warga," tuturnya.

Model hidroponik Sri Rejeki Jitu, dapat menjadi contoh bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan permukiman. Pengelolaan lahan, sampah organik, produksi pangan dan pemasaran dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Cak Yebe Yona Bagus Widyatmoko DPRD Surabaya Urban Farming