Cara Mengakses Layanan Homecare Pemkab Jember, Beroperasi 24 Jam dan Bisa Diakses Lewat Wadul Gus'e

22 Juli 2026 21:19 22 Jul 2026 21:19

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Cara Mengakses Layanan Homecare Pemkab Jember, Beroperasi 24 Jam dan Bisa Diakses Lewat Wadul Gus'e

Pj Homecare Puskesmas Sukowono, Sony Dwi Prasetyo (kiri) dan Kepala UPTD Puskesmas Sukowono, dr. Triningtyas Ninik Widyawati (kanan) saat menjelaskan tentang layanan Homecare sebagai salah satu program unggulan di bidang kesehatan dari Pemkab Jember. (Foto: Fadli/Ketik.com)

KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersiap meluncurkan layanan Homecare pada pekan ini sebagai salah satu program unggulan di bidang kesehatan. Inovasi yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait tersebut menghadirkan layanan kesehatan jemput bola bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan.

Menjelang peluncuran program, petugas kesehatan mulai memberikan penjelasan mengenai mekanisme layanan, sasaran penerima manfaat, hingga alur pendaftaran agar masyarakat dapat memanfaatkan Homecare secara optimal.

Penanggung Jawab (Pj) Homecare Puskesmas Sukowono, Sony Dwi Prasetyo, menjelaskan masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui kanal Wadul Gus'e maupun nomor layanan Homecare milik puskesmas sesuai wilayah tempat tinggal. Selanjutnya, petugas kesehatan desa akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Masyarakat bisa mengakses melalui kanal Wadul Gus'e atau nomor Homecare Puskesmas (di wilayah masing-masing) untuk menghubungi petugas kesehatan wilayah di desa setempat," kata Sony, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan proses pendaftaran pasien juga dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Masyarakat cukup mengambil antrean daring di fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan memilih menu Home Visit agar permohonan layanan dapat diproses.

Sony menerangkan layanan Homecare diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas menuju fasilitas kesehatan. Sasaran penerima meliputi lanjut usia dengan nilai Activity of Daily Living (ADL) di bawah 8, penderita penyakit kronis, ibu hamil risiko tinggi, serta balita stunting yang mengalami hambatan mengakses layanan kesehatan.

Menurutnya, pelayanan Homecare tidak berlangsung tanpa batas. Petugas akan terus mendampingi pasien hingga kondisi kesehatannya membaik atau ketika akses menuju fasilitas kesehatan sudah memungkinkan.

"Sampai kondisi pasien stabil atau adanya bantuan untuk mempermudah akses ke faskes (fasilitas kesehatan)," tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Sukowono, dr. Triningtyas Ninik Widyawati, menilai sosialisasi menjadi faktor penting agar masyarakat memahami keberadaan program baru tersebut. Karena masih tergolong layanan baru, informasi mengenai Homecare harus terus disampaikan secara berulang kepada warga.

"Memang kita harus sosialisasikan, karena ini program unggulan dan masyarakat memang masih awal, sehingga perlu kita ulang beberapa kali, tentunya mereka bisa mendapatkan kaitannya Homecare itu," tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu memahami alur pelayanan sehingga mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika membutuhkan layanan Homecare.

"Supaya mereka tahu ke mana kalau mereka membutuhkan dan sebagainya," ujarnya.

Triningtyas menjelaskan layanan Homecare disiagakan selama 24 jam. Namun, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memerlukan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan, petugas akan segera mengarahkan pasien ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang sesuai.

"Jadi tidak semua ditangani, maksudnya tetap stand by di wilayah. Kalau ada kegawatdaruratan dan sebagainya ya tetap koordinasi," tegasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Homecare Jember Pemkab Jember Gus Fawait Layanan Homecare Homecare 24 Jam Puskesmas Sukowono Wadul Guse