KETIK, JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi melantik sekitar 3.290 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengatakan tujuh dari ribuan mahasiswa baru tersebut merupakan mahasiswa internasional. Sebagian biaya pendidikan mereka berasal dari beasiswa reguler Polije.
"Melakukan pelantikan kepada lebih kurang sekitar 3.290 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Tujuh di antaranya adalah mahasiswa asing yang sumber dananya sebagian dari beasiswa reguler Politeknik Negeri Jember," kata Saiful.
Menurut Saiful, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penerimaan mahasiswa baru. Polije memanfaatkan momentum PKKMB untuk memperkenalkan kehidupan akademik dan lingkungan perguruan tinggi kepada mahasiswa yang sebelumnya terbiasa dengan suasana SMA atau SMK.
"Jadi, momentum hari ini adalah dalam rangka untuk mengenalkan dunia kampus pada maba Politeknik Negeri Jember," ujarnya.
Saiful menjelaskan, selama sekitar satu pekan pelaksanaan PKKMB, Polije tidak hanya mengenalkan fasilitas kampus dan aktivitas kemahasiswaan. Kampus juga memperkenalkan budaya akademik yang berkembang di lingkungan Polije serta berbagai nilai kehidupan yang akan menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan.
"Maka, tentunya pada hari ini lebih kurang sekitar 1 minggu ke depan tidak hanya kita suguhkan fasilitas fisik kampus dan tidak hanya sebatas mengenalkan aktivitas kegiatan kemahasiswaan, namun kita suguhkan budaya akademik yang tumbuh dan berkembang di kampus Politeknik Jember," katanya.
Ia berharap seluruh mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi setelah mengikuti rangkaian PKKMB. Saiful juga mendorong mahasiswa untuk mulai mengembangkan kemampuan berinovasi selama menjalani pendidikan di Polije.
"Besar harapan kami begitu pelaksanaan PKKMP berjalan dengan baik, adik-adik mahasiswa baru bisa adaptif dan syukur juga secara cepat berinovasi sesuai dengan harapan dan keinginan orang tua mereka yang menitipkan serta mempercayakan kepada Politeknik Negeri Jember," ujarnya.
Selain budaya akademik, Polije memperkenalkan sejumlah nilai kehidupan kampus kepada mahasiswa baru. Salah satunya berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Saiful mengatakan Polije telah memiliki entitas Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Keberadaan entitas tersebut menjadi bagian dari upaya kampus mengedukasi mahasiswa agar mampu mengenali dan menghindari berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, termasuk perundungan.
"Salah satu di antaranya adalah di tempat kami sudah hadir entitas PPKPT yaitu pencegahan dan penanggulangan kekerasan di perguruan tinggi yang salah satu ruang lingkupnya adalah mengantisipasi dan sekaligus mengedukasi seluruh mahasiswa termasuk maba untuk supaya terhindar dari kekerasan yang terjadi di kampus. Salah satunya adalah perundungan," jelasnya.
Polije juga mengenalkan nilai bela negara serta memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang. Menurut Saiful, materi tersebut penting karena mahasiswa merupakan bagian dari generasi muda yang memiliki intensitas interaksi sosial cukup tinggi.
"Di samping itu juga kita kenalkan budaya bela negara dan juga antisipasi penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang," katanya.
Ia menilai lingkungan pergaulan generasi muda dapat menghadirkan berbagai potensi persoalan apabila tidak diimbangi pemahaman dan edukasi yang memadai. Karena itu, Polije memasukkan sejumlah materi tersebut dalam rangkaian PKKMB untuk membekali mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi.
"Saya kira ini penting di mana kehidupan mahasiswa yang tidak lepas dari kehidupan generasi muda dan belia yang sangat sarat dengan interaksi-interaksi sosial yang tentunya berpotensi pada hal-hal yang sifatnya negatif. Melalui PKKMP kita kenalkan semuanya dalam rangka untuk mengantisipasi," pungkas Saiful. (*)
