KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) memperkuat pengetahuan tentang Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Dalam pembahasan kali ini, menyinggung terkait Tawassul berdasarkan Kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayat karangan KH Marzuki Mustamar.
Rektor Unisma, Prof Junaidi menjelaskan dengan memperdalam ilmu terkait Konsep Aswaja, pengetahuan baru mampu diserap. Terlebih Tawassul yang dipraktikkan oleh warga NU sering dianggap bidah hingga musyrik.
"Mari manfaatkan kesempatan untuk memperdalam ilmu terkait konsep aswaja yang akan dikaji lebih dalam oleh Kyai Marzuki melalui kitab yang beliau karang sendiri. Di dalamnya mengkaji landasan atas praktik amaliyah ke-NU-an kita yang kadang dianggap sebagai tindakan mengada-ada, bidah," ujarnya, Rabu 12 Maret 2025.
KH Marzuki menjelaskan orang sering menyamakan tawassul yang dilakukan NU dengan perilaku musyrik oleh kaum jahiliyah. Orang-orang jahiliyah sering menganggap bahwa penyembahan terhadap berhala sebagai media untuk mendekatkan mereka kepada Tuhan.
"Jawaban orang jahiliyah menyembah berhala mirip orang NU yang doa di kuburan, alasannya lebih cepat diijabah. Doa di makam wali, keyakinan orang NU akan lebih cepat diijabah. makanyadianggap praktik tawassul itu syirik mirip orang jahiliyah," ujarnya.
Menurutnya, mengkiaskan dua hal yang berbeda adalah tindakan yang keliru. Jelasnya, orang jahiliyah telah melakukan musyrik dengan meyakini bahwa ada Tuhan selain Allah.
"Mengkiaskan dua hal yang berbeda, itu keliru. Orang jahiliyah menyembah berhala, sedangkan orang NU full 'laa ilaha illallah'. Jangan samakan orang tauhid yang bertawassul dengan orang musyrik yang meyakini latta, uzza, dan manat sebagai Tuhan," tegasnya.
Perkuat Aswaja, Unisma Bahas Tawassul Berdasar Kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayat
12 Maret 2025 20:21 12 Mar 2025 20:21
Lutfia Indah, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Unisma melakukan penguatan Aswaja, membahas Tawassul yang dipraktikkan oleh NU. (Foto: Tangkapan layar Youtube Unisma)
Tags:
Tawassul ngabuburit ramadhan UNISMA Aswaja nuBaca Juga:
Dari KH Hasyim Asy’ari hingga KH Miftachul Akhyar, Inilah 11 Rais Aam NU Sepanjang SejarahBaca Juga:
Bupati KDS: Dorong NU Tetap Berakar pada Tradisi, Maju Membaca ZamanBaca Juga:
Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Khofifah Dorong Penguatan Soliditas dan Peran KebangsaanBaca Juga:
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Negara Kuat dan MandiriBaca Juga:
Buka Muktamar NU di Jombang, Prabowo Sebut NU Punya Jasa Besar untuk Kemerdekaan RIBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
3 September 2026 19:48
Lahan Relokasi Cuma Disewa 3 Tahun, DPRD Kota Malang Desak Kepastian Hukum Pedagang Pasar Gadang
3 September 2026 18:06
664 Santri Sidoarjo Keracunan MBG, DPR Desak Evaluasi SPPG
3 September 2026 17:11
UB Siapkan 6 Fakultas Predikat WBK, KemenPAN-RB Dorong Kampus Bebas Gratifikasi
1 September 2026 16:20
Pemkot Malang Menanti Restu BKN untuk Isi 167 Jabatan Kosong
1 September 2026 16:01
Uji Coba Angkutan Gratis Kota Malang, Bus Halokes Tetap Beroperasi Sebulan
