Kurangi Sampah Plastik, Lulusan ITN Malang Ubah Singkong Jadi Pembungkus Bumbu Mi Instan

14 April 2026 19:22 14 Apr 2026 19:22

Illa Khoirur R., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kurangi Sampah Plastik, Lulusan ITN Malang Ubah Singkong Jadi Pembungkus Bumbu Mi Instan

Trustha Aurora Firdauza, mahasiswi ITN Malang yang mengubah singkong menjadi pembungkus bumbu mie instan yang ramah lingkungan (Foto: dok. Humas ITN Malang)

KETIK, MALANG – Di tengah persoalan sampah plastik yang terus meningkat, seorang lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional Malang menghadirkan solusi tak biasa. Ia mengubah singkong menjadi pembungkus bumbu mi instan yang ramah lingkungan, bahkan bisa dimakan.

Sosok tersebut adalah Trustha Aurora Firdauza, lulusan terbaik Program Studi Teknik Kimia S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang pada Wisuda ke-75 Periode I Tahun 2026. Mahasiswi asal Wagir, Kabupaten Malang, ini berhasil meraih IPK 3,84 dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun.

Berangkat dari kegelisahannya terhadap limbah plastik pembungkus makanan, Trustha mengembangkan inovasi edible film atau plastik yang dapat dimakan. Bahan yang digunakan pun relatif sederhana dan mudah diperoleh, yakni pati singkong yang dikombinasikan dengan natrium alginat dari rumput laut.

“Inovasi ini ditujukan untuk menggantikan plastik pembungkus bumbu mi instan. Saya juga menambahkan ekstrak bawang putih, sehingga edible film memiliki aroma khas sekaligus membuat bumbu lebih gurih,” jelasnya.

Proses pembuatannya tergolong sederhana dan dapat dilakukan dengan peralatan laboratorium dasar. Campuran pati singkong, air, gliserol, dan natrium alginat dipanaskan hingga mengalami gelatinisasi, kemudian dituangkan pada permukaan datar dan dikeringkan hingga membentuk lapisan tipis menyerupai plastik.

Dalam penelitiannya, Trustha menggunakan beberapa variasi, seperti massa pati singkong, penambahan natrium alginat, serta waktu pengeringan. Hasilnya menunjukkan bahwa komposisi bahan dan durasi pengeringan berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik dan mekanik edible film.

Di bawah bimbingan dosen, parameter yang dianalisis meliputi ketebalan, kuat tarik, elongasi, kadar air, tingkat kelarutan, hingga aspek mikrobiologi. Hasil uji menunjukkan bahwa produk ini aman digunakan dan telah memenuhi standar, serta memiliki ketahanan terhadap jamur hingga dua bulan pada suhu ruang, bahkan bisa mencapai empat bulan dalam kondisi vakum.

“Pada tahap awal, tantangan terbesar adalah menemukan formulasi yang tepat agar film cukup elastis dan tidak mudah robek. Ke depan, sifat elastisitasnya masih perlu dikembangkan agar sesuai standar industri,” tambahnya.

Tak hanya unggul di bidang akademik, Trustha juga aktif dalam organisasi kampus. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) serta menjadi asisten Laboratorium Mikrobiologi. Selain itu, ia bersama timnya juga berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2024 melalui inovasi mi kering berbasis spirulina.

Menurutnya, kunci keberhasilan dalam menyeimbangkan akademik dan organisasi adalah menempatkan prioritas dengan tepat. “Akademik tetap nomor satu. Jika akademik bisa dikelola dengan baik, maka aktivitas organisasi akan mengikuti,” ujarnya.

Dengan inovasi yang dikembangkannya, Trustha berharap edible film berbahan singkong ini dapat menjadi alternatif pembungkus yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di masa depan. (*)

Tombol Google News

Tags:

ITN Malang Sampah Plastik Mahasiswa Berprestasi #Mahasiswa Berprestasi ITN #Trustha Aurora Firdauza