CLAWFEST Vol. V UIN Malang Digelar, 138 Peserta Ikuti Kompetisi Hukum Tingkat Nasional

4 Oktober 2026 11:52 4 Okt 2026 11:52

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail CLAWFEST Vol. V UIN Malang Digelar, 138 Peserta Ikuti Kompetisi Hukum Tingkat Nasional

Sebanyak 138 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Constitutional Law Festival (CLAWFEST) Vol. V, kompetisi hukum tingkat nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

KETIK, MALANG – Sebanyak 138 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Constitutional Law Festival (CLAWFEST) Vol. V, kompetisi hukum tingkat nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Babak final CLAWFEST Vol. V berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, dengan mengusung tema "Menjaga Konstitusi, Menguatkan Demokrasi". Kegiatan ini mempertemukan pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah, perguruan tinggi negeri (PTN), serta perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dari sejumlah daerah di Indonesia.

Kompetisi tersebut terdiri atas tiga cabang perlombaan, yakni Debat Hukum, Esai Hukum, dan Da’i Kebangsaan.

Ketua HMPS HTN, Lutfi Maulana Ishak, mengatakan seluruh peserta CLAWFEST berasal dari luar UIN Malang. Mahasiswa UIN Malang tidak diperkenankan mengikuti perlombaan dan hanya terlibat sebagai dewan juri.

“Seluruh peserta lomba berasal dari luar UIN Malang. Mahasiswa UIN Malang tidak diperkenankan mengikuti perlombaan, melainkan hanya terlibat sebagai dewan juri. Ketentuan ini kami terapkan untuk menjaga sportivitas dan netralitas dalam kompetisi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dewan juri berasal dari dosen UIN Malang. Khusus cabang Da’i Kebangsaan, panitia juga menghadirkan satu juri dari luar UIN Malang yang merupakan juri nasional.

Sebelum mencapai babak final, peserta terlebih dahulu mengikuti tahap penyisihan dan semifinal. Peserta atau tim yang memenuhi kriteria penilaian kemudian melaju ke babak final untuk menentukan peserta atau tim terbaik dari masing-masing cabang perlombaan.

Ketua Panitia CLAWFEST Vol. V, Raditya Putra Permadi, mengapresiasi para finalis yang telah melewati seluruh tahapan kompetisi. Ia berpesan agar peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mengambil pengetahuan dan pengalaman selama mengikuti kompetisi.

“Berikan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas. Kemenangan tidak hanya diukur dari piala, tetapi juga dari pengetahuan, pengalaman, keberanian, dan persaudaraan yang diperoleh selama proses,” ujarnya.

Ia berharap CLAWFEST menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan terbaik generasi muda di bidang hukum dan ketatanegaraan. Raditya menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah melalui kompetisi di bidang hukum.

Bukan Sekadar Mencari Juara

Lutfi mengatakan tema "Menjaga Konstitusi, Menguatkan Demokrasi" menjadi landasan dalam pelaksanaan CLAWFEST Vol. V.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran gagasan bagi generasi muda.

“CLAWFEST tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi untuk mencari juara. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk belajar, bertukar gagasan, menyampaikan pendapat, dan menghargai perbedaan,” katanya.

Menurut Lutfi, generasi muda perlu memahami bahwa hukum dan konstitusi memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi.

Peserta Diminta Junjung Sportivitas

Apresiasi terhadap pelaksanaan CLAWFEST Vol. V disampaikan Ketua Program Studi Hukum Tata Negara, Dr. Musleh Harry, M.Hum. Ia mengatakan keikutsertaan peserta dalam kompetisi merupakan bagian penting dari proses belajar sekaligus membangun silaturahmi.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Dalam lomba, kalah atau menang itu biasa. Namun, kalian semua sudah menang karena sudah hadir di tempat ini. Silaturahmi juga penting,” ujarnya.

Musleh juga mengingatkan peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan. Persaingan dalam kompetisi, kata dia, tidak boleh menghilangkan sikap saling menghargai.

“Jangan sampai lomba dihiasi dengan cara-cara yang tidak sportif. Jangan sampai mencederai perasaan atau membuat orang lain sakit hati. Pertemanan harus lebih diutamakan,” pesannya.

Foto Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., memoton pita dalam pembukaan final CLAWFEST Vol. V, Minggu, 4 Oktober 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., memotong pita dalam pembukaan final CLAWFEST Vol. V, Minggu, 4 Oktober 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

Generasi Muda dan Masa Depan Demokrasi

Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., dalam sambutannya saat pembukaan mengapresiasi pelaksanaan CLAWFEST Vol. V.

Ia menilai kegiatan yang digelar HMPS Program Studi Hukum Tata Negara tersebut menunjukkan komitmen mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan positif yang relevan dengan perkembangan dan kebutuhan generasi muda.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami konstitusi secara teoritis di ruang kelas. Mereka juga perlu berdiskusi, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta terlibat dalam mengawal kehidupan demokrasi.

“Tema yang diangkat sangat relevan karena mengajak mahasiswa untuk tidak hanya belajar konstitusi di ruang kelas, tetapi juga berdiskusi, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam mengawal kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Miftah menambahkan, tema "Menjaga Konstitusi, Menguatkan Demokrasi" menjadi pengingat bahwa masa depan kehidupan bernegara membutuhkan generasi muda yang memahami hukum, menghormati konstitusi, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.

Melalui CLAWFEST Vol. V, Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan ruang kompetisi sekaligus pertukaran gagasan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif generasi muda dalam isu hukum, konstitusi, keislaman, dan kebangsaan.

Tombol Google News

Tags:

Clawfest Vol. V Constitutional Law Festival Fakultas Syariah Uin Malang UIN Malang UIN Maliki Malang Miftahul Huda Musleh Harry