KETIK, MALANG – Di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, dua mahasiswa dengan latar belakang yang kontras berhasil mencatatkan pencapaian istimewa. Keduanya membawa kisah perjuangan luar biasa yang melampaui batas geografis demi menyandang gelar Apoteker.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @official.ilfinurdiana, Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, memperkenalkan dua sosok inspiratif tersebut: Apt. Hagar Yahya Abd Elfattah dan Apt. Badrun Musyahid Badru.
“Kenalkan, ini Apt. Hagar dan Apt. Badru. Dua potret tentang keteguhan yang tumbuh dalam jarak, dan tentang mimpi yang tetap hidup meski ditempa oleh perjalanan panjang,” tulis Bunda Rektor, sapaan akrabnya.
Hagar mengukir sejarah sebagai mahasiswa asal Mesir pertama yang lulus dari Program Profesi Apoteker di UIN Malang. Capaian ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam upaya internasionalisasi kampus tersebut.
“Hagar berasal dari Mesir, datang dengan keberanian meninggalkan tanah kelahirannya demi menjemput ilmu dan masa depan,” lanjut Prof. Ilfi.
Di sisi lain, Badrun Musyahid Badru yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), membuktikan bahwa putra daerah dari wilayah Indonesia Timur mampu bersaing dan mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional.
“Kegigihannya menjadi bukti bahwa jarak bukanlah alasan untuk berhenti melangkah, melainkan kekuatan untuk terus bertahan hingga sampai pada titik ini,” ungkap sang Rektor.
Keduanya berjuang di jalur yang tidak mudah. Hagar harus berjibaku dengan adaptasi budaya dan bahasa di negara asing, sementara Badrun harus menepis keterbatasan akses pendidikan yang kerap membayangi daerah asalnya.
Namun, segala hambatan tersebut justru menjadi pemantik semangat bagi keduanya untuk menyelesaikan pendidikan profesi mereka tepat waktu. Jarak yang jauh dari keluarga serta proses studi yang panjang tidak menggoyahkan tekad mereka.
Setelah resmi menyandang gelar apoteker, Hagar dan Badrun diharapkan mampu menebar manfaat di tanah kelahiran masing-masing dengan bekal ilmu dan nilai-nilai yang telah mereka serap selama di UIN Malang.
“Kini saatnya kembali ke tempat asal kalian, membawa ilmu, nilai, dan pengalaman. Jadilah pribadi yang memberi keberdampakan dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat di mana pun kalian mengabdi,” pungkas Prof. Ilfi. (*)
