Cegah Stunting dari Hulu, Mahasiswa MMD UB Edukasi Orang Tua di Blitar Pentingnya Pengasuhan Seimbang

5 Agustus 2026 08:48 5 Agt 2026 08:48

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Cegah Stunting dari Hulu, Mahasiswa MMD UB Edukasi Orang Tua di Blitar Pentingnya Pengasuhan Seimbang

Mahasiswi Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB, Khailla Adna Zahrasari atau yang akrab disapa Zahra, Rabu 5 Agustus 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Upaya pencegahan stunting tidak cukup hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak. Pengasuhan yang berkualitas serta dukungan emosional dalam keluarga juga menjadi faktor penting untuk memastikan tumbuh kembang balita berjalan optimal, Rabu 5 Agustus 2026.

Pesan itu disampaikan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 66 saat menggelar sosialisasi pengasuhan seimbang di Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan Posyandu Balita tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga, terutama melalui pembagian peran yang seimbang antara ayah dan ibu dalam mengasuh anak.

Program edukasi ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB, Khailla Adna Zahrasari atau yang akrab disapa Zahra.

Menurut Zahra, selama ini pembahasan stunting sering kali hanya berfokus pada asupan gizi. Padahal, kondisi psikologis orang tua, khususnya ibu sebagai pengasuh utama, juga berpengaruh terhadap kualitas pengasuhan anak.

“Ibu tidak bisa dituntut untuk selalu sabar dan tanggap jika dibiarkan berjuang sendirian. Ketika ayah ikut mengambil peran aktif, seperti bergantian mengasuh anak, membantu pekerjaan rumah, atau sekadar memberikan dukungan emosional, itu yang membuat beban psikologis ibu berkurang drastis,” ujar Zahra.

Ia menjelaskan, ibu yang memiliki kondisi mental yang baik akan lebih mampu memberikan pengasuhan yang hangat, telaten, dan responsif terhadap kebutuhan anak, termasuk saat menghadapi balita yang mengalami Gerakan Tutup Mulut (GTM).

“Pembagian peran yang seimbang menciptakan ibu yang sehat secara mental, sehingga mampu memberikan pengasuhan yang hangat, telaten, dan tanggap demi memastikan gizi serta kebutuhan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” tambahnya.

Dalam materi yang disampaikan, Zahra juga menjelaskan peran ayah dan ibu memiliki kontribusi berbeda namun saling melengkapi terhadap tumbuh kembang anak.

Menurutnya, ibu berperan membangun rasa aman dan memberikan dukungan emosional kepada anak. Sementara itu, ayah berkontribusi dalam menumbuhkan keberanian, kemandirian, serta rasa percaya diri anak.

“Kolaborasi kedua orang tua menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini,” jelasnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapang MMD UB, Lintang Edityastono, mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa karena dinilai menyentuh akar persoalan kesehatan masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, keterlibatan kader Posyandu dan kelompok orang tua sebagai mitra edukasi menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya pengasuhan berkualitas sekaligus menjaga kesehatan mental keluarga.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan sesaat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam jangka panjang melalui penguatan ketahanan keluarga. Keterlibatan orang tua dan kader Posyandu menjadi modal penting agar pesan yang disampaikan dapat terus diterapkan di lingkungan masyarakat,” kata Lintang.

Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa MMD UB Kelompok 66 berharap masyarakat Desa Kebonduren semakin memahami bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Dengan pembagian peran yang seimbang, kesehatan mental ibu dapat terjaga, pengasuhan menjadi lebih responsif, dan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini.

Tombol Google News

Tags:

Blitar Universitas Brawijaya MMD Kebonduren Ponggok mahasiswa Mahasiswa Membangun Desa Zahra