17.000 Calon Mahasiswa Baru UB Dapat Skrining Kesehatan Mental

4 Agustus 2026 14:00 4 Agt 2026 14:00

Lutfia Indah, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 17.000 Calon Mahasiswa Baru UB Dapat Skrining Kesehatan Mental

Calon mahasiswa baru UB setelah melaksanakan skrining kesehatan mental. (Foto: Humas UB)

KETIK, MALANG – Sebanyak 17.000 calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Brawijaya (UB) mendapatkan layanan skrining kesehatan mental. Kegiatan tersebut perdana dilakukan secara serentak di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit pada 3-7 Agustus 2026.

Dian Sudiono Putri selaku Koordinatro Psikolog Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan sebagai persiapan proses pembelajaran para camaba UB. Diharapkan camaba dapat beradaptasi dengan proses pembelajaran ke depannya.

”Sebelumnya mungkin pernah dilaksanakan, tetapi tidak secara serentak seperti sekarang. Kali ini menjadi agenda perdana yang dilaksanakan serentak, karena mereka harus hadir langsung di kampus dan menjadi bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut sebagai langkah preventif mengatasi persoalan kesehatan mental selama masa perkuliahan. Terlebih kecenderungan mahasiswa mengalami kondisi mental yang menurun ketika berada di pertengahan semester.

“Bisa saja kondisi mahasiswa di semester awal baik, tetapi menurun di semester pertengahan. Pihak kampus ingin menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental mahasiswa sejak dini,” lanjutnya.

Para calon mahasiswa baru diminta mengisi kuesioner secara langsung agar pemeriksaan dipastikan otentisitasnya. Pemeriksaan pun dilakukan gratis melalui Tim Psikolog Layanan Konseling Mahasiswa (LKM) UB. Bahkan UB juga merencanakan agar pemeriksan kesehatan mental dapat dilaksanakan secara berkala setiap semester.

”Tim panitia bertugas memastikan kepada mahasiswa bahwa seluruh jawaban bersifat rahasia dan tidak ada istilah benar atau salah. Hasil tes ini bukan untuk membeda-bedakan mahasiswa, melainkan agar kampus memiliki data awal untuk memberikan pendampingan jika diperlukan,” sebutnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

kesehatan mental Camaba UB Skrining Kesehatan Mental UB Universitas Brawijaya