KETIK, JAKARTA – Timnas voli putra Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam pada semifinal SEA V Cup 2026, Sabtu, 25 Juli 2026. Kekalahan tersebut membuat Indonesia harus gigit jari gagal menuju final.
Pelatih Timnas Voli Putra Indonesia, Reidel Toiran, menilai para pemain sebenarnya sudah berjuang maksimal dalam pertandingan tersebut. Namun, faktor mental dan kemampuan mengontrol emosi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.
"Itu namanya olahraga, siapa yang mau kalah? Semua mau menang. Semua siap-siap untuk menang," ujar Reidel.
Menurutnya, dalam olahraga tidak ada lawan yang bisa dianggap remeh. Bahkan tim besar sekalipun bisa mengalami kekalahan ketika menghadapi tim yang berada di bawahnya.
"Barcelona lawan Real Madrid pun bisa kalah lawan tim-tim di bawahnya. Nah itu yang atlet harus belajar," katanya.
Reidel menegaskan para pemain harus mampu menjaga fokus dan tidak terbawa ritme permainan lawan. Setiap pertandingan membutuhkan kesiapan mental serta kemampuan untuk menjalankan strategi dengan maksimal.
"Kita harus maksimal performa kita, tidak bisa ikut ritme terus," ujarnya.
Reidel mengaku kecewa dengan hasil tersebut, tetapi tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang sudah memberikan kemampuan terbaik di lapangan.
Ia berharap kekalahan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para pemain Indonesia agar semakin matang menghadapi turnamen berikutnya.
Selain mental bertanding, kondisi fisik juga menjadi salah satu faktor yang disebut memengaruhi performa tim dalam laga melawan Vietnam.
"Yang penting ke depan kita evaluasi. Pemain harus belajar dari pertandingan ini dan terus berkembang," pungkas Reidel. (*)
