KETIK, LUMAJANG – Sebuan event bergengsi E-sport yang digelar oleh Isuga dan Ridda di Lumajang, pada hari Minggu, 20 September 2026 kemarin benar-benar menjadi kompetisi event menjadi E-sport paling besar sampai sejauh ini.
Kompetisi Itsuga & Ridda Cup yang digelar di Magnolia Café ini selain menyedikan hadiah besar senilai Rp10 juta, juga berhasil menarik peserta bukan hanya dari Lumajang, namun sejumlah peserta berasal dari sejumlah daerah di Jatim, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Fahreza Fatah Alfiansyah, Main Director acara ini kepada Ketik.com menjelaskan, untuk event kali ini pesertnya berasal dari sejumlah kota, seperti Malang, Surabaya, Jogjakarta, Solo bahkan ada yang datang dari Bandung Jawa Barat.
“Dari seluruh exposure event terjangkau tercatat 45 peserta atau sekitar 250 orang dari dalam dan kota sudah penuh sejak dua hari sebelum acara berlangsung. Kami anggap event kali ini memang seru dan sukses, karena juga ada sejumlah peserta yang secara kolaborativ juga menghadirkan sejumlah gamer dari Jogjakarta, Solo dan Bandung, selain dari sejumlah kota di Jawa Timur,” kata Fahreza kepada media ini, Senin pagi, 21 September 2026.
Acara yang berlangsung pada hari Minggu pagi, 20 September 2026 berlangsung sampai minggu malam, untuk menentukan juara pada event ini.
“Bagi peserta dari Lumajang, ini merupakan tantangan tersendiri bagi player E-sport dari Kabupaten Lumajang untuk mengasah kemampuan kompetisinya. Secara umum kami harapkan ini akan menjadi motivasi bagi gamer Lumajang, untuk terus mengasah kemamuan, agar para gamer Lumajang nantinya bisa membawa nama baik Lumajang dalam event-event resmi E-sport,” jelas Fahreza yang juga perwakilan komunitas GSL.
Melalui kesempatan ini, Farhreza juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para gamer yang datang jauh-jauh dari Jateng dan Jabar, termasuk kepada Itsuga dan Ridda yang memberikan support sangat besar bagi suksesnya acara ini.
“Kami mewakili komunitas Gamer Lumajang menyampaikan terima kasih kepada Itsuga dan Ridda hingga acara ini terselenggara dengan sukses,” urai Fahreza.
Ketika disinggung tentang potensi gamer Lumajang untuk berkompetisi, Fahreza menyebut masih harus belajar lebih gigih agar bisa lebih tenang dalam menghadapi kompetisi besar.
“Bagi kami GSL, event ini kami harapkan menjadi sarana untuk melatih dan uji kemampuan. Namun yang paling penting adalah ketenangan dan mental saat kompetisi berlangsung. Ini penting, karena pada akhirnya ketenangan dalam mengambil keputusan adalah kunci untuk meraih kemenangan,” ujar Fareza kemudian.
Terkait dengan kalender event yang dimiliki oleh GSL, Fahreza menyebut, menajemennya menjadi yang paling rutin dalam menggelar event E-sport di Lumajang.
“Tiap bulan kita selalu ada event. Setidaknya dua event perbulan. Sekarang ini manajemen GSL sedang menyiapkan event yang lebih besar dengan hadiah yang lebih besar juga nantinya. Tunggu saja dan pasti kita umumkan melalui berbagai platform media sosioal GSL,” jelas Fahreza.
