Hadapi El Nino, Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP hingga Desember 2026

12 September 2026 12:03 12 Sep 2026 12:03

Hanifuddin Musa, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hadapi El Nino, Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP hingga Desember 2026

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah menyiapkan tambahan 1 juta ton beras SPHP untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di tengah ancaman El Nino. (Foto: Instagram @a.amran_sulaiman)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah memastikan produksi dan ketersediaan beras nasional tetap aman menghadapi fenomena El Nino.

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak 1 juta ton hingga Desember 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman seusai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan sejumlah kementerian/lembaga terkait di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta.

“Kesimpulan semuanya, aman, aman. Produksi dan kebutuhan pangan kita aman,” ujar Amran, dilansir dari laman Kementan RI, Sabtu, 12 September 2026.

Menurut Amran, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga harga di tingkat konsumen. Salah satunya dengan mempercepat penyaluran beras SPHP dan mendorong pasokan beras medium serta premium masuk ke jaringan ritel.

“Yang pertama, SPHP kita tambah dan beras medium juga premium dorong ke ritel-ritel. Yang kedua, beras pecah atau menir kita stop impornya. Yang ketiga, untuk menekan harga ini, operasi pasar besar-besaran. SPHP ditambah satu juta ton, kemudian bantuan pangan dipercepat,” katanya.

Penambahan SPHP medium sebanyak 1 juta ton diputuskan pemerintah untuk memperkuat pasokan beras di pasar. Beras tersebut akan disalurkan melalui berbagai jalur distribusi dan diperuntukkan bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Pasokan tambahan tersebut akan disalurkan mulai Oktober hingga Desember 2026 dan dilanjutkan hingga memasuki masa panen berikutnya. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras sekaligus mencegah kenaikan harga yang membebani masyarakat.

Selain penambahan SPHP, pemerintah juga mempercepat bantuan pangan dan menggelar operasi pasar secara besar-besaran. Perum Bulog diminta mempercepat distribusi beras, termasuk memastikan pasokan beras premium tersedia di jaringan ritel modern.

“Sudah didorong. Bulog kami minta percepat. Bulog minta percepat,” tegas Amran.

Di sisi lain, pemerintah mengambil langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor beras pecah atau menir. Stok beras Bulog yang mengalami penurunan mutu akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan industri tepung beras.

Amran mengatakan pemerintah telah menghentikan impor beras pecah sebanyak 380 ribu ton dan mengoptimalkan stok dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Beras yang diimpor itu 380 ribu ton, beras pecah, itu kita stop. Dari Bulog 380 ribu. Alhamdulillah, jadi kita tindak stop impor beras pecah, menir,” ujarnya.

Selain beras, pemerintah juga memutuskan menyediakan SPHP jagung sebanyak 150 ribu ton. Pasokan tersebut ditujukan untuk membantu peternak rakyat dan pelaku usaha kecil dan menengah menghadapi potensi tekanan pasokan jagung selama musim kemarau.

Pemerintah menilai berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi untuk menjaga ketahanan pangan dari sisi produksi hingga distribusi. Di tengah ancaman El Nino, pemerintah tidak hanya mengandalkan produksi dalam negeri, tetapi juga memperkuat intervensi pasar dan mempercepat penyaluran bantuan pangan.

“Operasi pasar besar-besaran. SPHP ditambah satu juta ton. Kemudian bantuan pangan dipercepat,” pungkas Amran. (*)


Tombol Google News

Tags:

Amran Sulaiman Beras SPHP El Nino Stok Beras Sphp Zulkifli Hasan