ESDM Siapkan CNG 3 Kg Jadi Alternatif Pengganti LPG Subsidi, Ditarget Produksi Juli

25 Juni 2026 22:58 25 Jun 2026 22:58

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail ESDM Siapkan CNG 3 Kg Jadi Alternatif Pengganti LPG Subsidi, Ditarget Produksi Juli

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana pengembangan tabung CNG 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG subsidi. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung 3 kilogram (kg) sebagai energi alternatif pengganti LPG subsidi 3 kg.

Saat ini, teknologi tersebut masih menjalani uji coba tahap ketiga dan ditargetkan mulai diproduksi pada Juli 2026.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan langkah tersebut diambil untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang masih sangat tinggi.

Menurutnya, konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri hanya berkisar 1,8 hingga 1,9 juta ton sehingga sekitar 75 hingga 80 persen kebutuhan masih harus dipenuhi melalui impor.

"Selebihnya kita impor. Kenapa LPG kita cuma 20 persen dari total kapasitas konsumsi kita? Karena memang bahan bakunya itu C3 dan C4. Sementara gas kita melimpah, tetapi sebagian besar berupa C1 dan C2," ujar Bahlil di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Bahlil menjelaskan pemerintah kini mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi jenis C1 dan C2 yang cadangannya melimpah di Indonesia untuk diolah menjadi CNG.

Ia mencontohkan penemuan cadangan gas raksasa di Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai 5 triliun kaki kubik (TCF), ditambah potensi cadangan lain sekitar 2 TCF serta kondensat setara 200 ribu barel minyak.

Menurutnya, saat mulai berproduksi pada 2028 hingga 2029, lapangan tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 3.000 MM, jauh di atas kebutuhan gas untuk menggantikan konsumsi LPG yang diperkirakan tidak lebih dari 800 MM.

"CNG ini akan memanfaatkan potensi gas nasional yang selama ini belum dimaksimalkan," katanya.

Bahlil menambahkan penggunaan CNG sebenarnya bukan teknologi baru. Selama ini tabung CNG berkapasitas 12 kg dan 50 kg telah dimanfaatkan oleh sektor hotel, restoran, dan kafe.

Sementara untuk masyarakat penerima subsidi, pemerintah tengah mengembangkan tabung CNG berukuran 3 kg dengan tekanan 200 hingga 250 bar yang dirancang tetap aman digunakan di rumah tangga.

"Nanti kompornya tidak perlu diganti. Teknologi valve yang digunakan juga mampu menahan risiko ledakan maupun kebakaran. Sekarang sedang diuji tahap ketiga, mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa diproduksi," jelasnya.

Pemerintah berharap pemanfaatan CNG sebagai alternatif LPG subsidi dapat memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus memanfaatkan cadangan gas bumi Indonesia yang melimpah.(*)

Tombol Google News

Tags:

Bahlil Lahadalia Kementerian ESDM Cng 3 Kilogram lpg subsidi Gas Bumi Indonesia ketahanan energi Impor Lpg energi nasional Info Nasional Berita Nasional