KETIK, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil investigasi awal terkait dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang. Sejumlah bahan makanan yang digunakan dalam menu MBG, termasuk daun singkong dan bumbu rendang, kini menjadi fokus pemeriksaan.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan tim investigasi masih menelusuri penyebab pasti insiden tersebut. Selain kualitas bahan makanan, proses memasak yang dilakukan terlalu lama sebelum makanan didistribusikan juga menjadi salah satu aspek yang sedang didalami.
"Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ada daun singkong, bumbu rendang, dan lain-lain, kita lagi cek minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya," kata Sudaryono dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurut Sudaryono, hasil uji laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu lima hingga tujuh hari kerja. Ia menyebut indikasi awal mengarah pada kualitas bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan menu MBG.
Meski demikian, Sudaryono menegaskan penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diterima.
Sebagai langkah antisipasi, BGN mempercepat penerapan sistem digital untuk mengawasi seluruh proses produksi makanan di dapur penyedia MBG. Sistem tersebut dirancang untuk mencatat setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan hingga proses memasak.
"Kita sudah siapkan sistemnya. Ini sekarang lagi kita paksa semua dapur, ada Korcam dan lain-lain, lagi kita paksa kita kerja pakai sistem. Jadi kapan kol mulai dicacah, kapan dimasak itu semua kita lock," tuturnya.
Ia menjelaskan, sistem digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi penyelenggaraan Program MBG. Dengan sistem itu, orang tua siswa, guru, hingga Dinas Kesehatan nantinya dapat memantau proses pengolahan makanan beserta bahan-bahan yang digunakan.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang melaporkan sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis pada Jumat, 31 Juli 2026.
Mayoritas korban dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, dan diare. Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (*)
