Jangan Malas! Senin yang Dibenci Banyak Orang Justru Hari Favorit Rasulullah SAW

20 Juli 2026 03:00 20 Jul 2026 03:00

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Jangan Malas! Senin yang Dibenci Banyak Orang Justru Hari Favorit Rasulullah SAW

Ilustrasi Monday Blues. (Foto: Freepic)

KETIK, JAKARTA – Alarm berbunyi lebih pagi. Tugas kantor kembali menumpuk. Jalanan mulai padat. 

Bagi banyak orang, hari Senin adalah hari yang paling tidak disukai dalam sepekan.

Tak sedikit yang menyebutnya sebagai musuh setelah dua hari menikmati akhir pekan. 

Bahkan, istilah Monday Blues lahir untuk menggambarkan rasa malas, jenuh, hingga enggan kembali beraktivitas saat Senin tiba.

Padahal, hari yang kerap dikeluhkan banyak orang itu justru merupakan hari yang sangat dicintai Rasulullah SAW.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَبُعِثْتُ فِيهِ - أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

"Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus, dan hari diturunkannya wahyu kepadaku." (HR. Muslim)  

Pun pada hari Senin, Allah SWT juga menciptakan matahari dan bulan, serta mulai menciptakan bumi. 

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam memegang tanganku dan bersabda:

خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ، وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ، وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ، وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ، فِي آخِرِ الْخَلْقِ، فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ، فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ

“Allah ‘azza wa jalla menciptakan tanah pada hari Sabtu, menciptakan gunung hari Ahad, menciptakan pepohonan (tumbuhan) pada hari Senin, menciptakan yang dibenci (keburukan) pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, memperkembang-biakkan hewan-hewan pada hari Kamis, menciptakan Adam ‘alaihissalam setelah Ashar hari Jum’at pada akhir ciptaan, di saat akhir hari Jum’at antara Ashar sampai malam”. (HR. Muslim)  

Karena keistimewaan tersebut, Rasulullah SAW membiasakan diri berpuasa setiap hari Senin sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah juga menyarankan untuk berpuasa pada hari Senin sebagai bentuk syukur atas kelahiran-Nya.

Adapun hari yang juga memiliki kedudukan yang tidak kalah mulia adalah Kamis.

Rasulullah SAW secara rutin melaksanakan puasa sunah pada hari Kamis dan menganjurkan umatnya melakukan hal yang sama.

Keutamaan terbesar dari kedua hari tersebut adalah dibukanya pintu-pintu surga dan dilimpahkannya ampunan bagi hamba yang beriman.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,  

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا  

“Dibuka pintu-pintu surga pada hari Senin dan Kamis. Akan diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu kecuali seorang laki-laki yang sedang bermusuhan dengan saudaranya. Dikatakan (kepada para malaikat): tahan dua orang ini (dari mendapat rahmat) sehingga keduanya baikan, tahan dua orang ini (dari mendapat rahmat) sehingga keduanya baikan, tahan dua orang ini (dari mendapat rahmat) sehingga keduanya baikan.” (HR. Muslim)  

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa permusuhan dan kebencian antarsesama Muslim dapat menghalangi seseorang memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT.

Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa amal-amal manusia akan dilaporkan kepada Allah dalam satu Jum’at sebanyak 2 kali, yaitu di hari Senin dan Kamis.  

تُعرضُ الأعمالُ يومَ الإثنين والخميسِ فأُحِبُّ أن يُعرضَ عملي وأنا صائمٌ  

“Dilaporkan amal kepada Allah di hari Senin dan Kamis maka aku suka saat amalku dilaporkan kepada Allah, aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Al-Tirmidzi)   

Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan kedua hari tersebut untuk memperbanyak ibadah, seperti berpuasa sunah, membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, dan memperbanyak istigfar.

Selain bernilai ibadah, puasa Senin dan Kamis juga diyakini memiliki manfaat bagi kesehatan. 

Pola puasa yang dilakukan secara rutin dinilai membantu menjaga metabolisme tubuh dan membentuk disiplin dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Para ulama menilai, keutamaan hari Senin dan Kamis sejatinya menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri. 

Apakah selama sepekan telah memberikan manfaat bagi orang lain, atau justru masih menyimpan kebencian dan perselisihan.

Di tengah kesibukan dan rutinitas modern, pesan Rasulullah SAW tentang hari Senin dan Kamis terasa semakin relevan. 

Bahwa setiap manusia membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Sebab, bisa jadi yang menghalangi datangnya ampunan bukanlah sedikitnya amal ibadah, melainkan hati yang belum mampu memaafkan.

Kembali Lagi, Senin Tidak Pernah Salah

Barangkali, selama ini kita terlalu sering menyalahkan hari Senin.

Padahal, Senin tidak pernah membawa kesialan. Ia hanyalah sebuah hari, sama seperti hari-hari lainnya.

Yang membuatnya terasa berat adalah cara kita memandangnya.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa Senin adalah hari syukur. Hari ibadah. Hari dibukanya pintu surga. Hari dilaporkannya amal manusia.

Maka, mungkin sudah saatnya mengubah cara pandang kita.

Daripada berkata, "Ya Allah, kenapa sudah Senin lagi?"

Mungkin kita bisa mulai mengatakan:

"Alhamdulillah, Allah masih memberiku kesempatan bertemu hari yang dicintai Rasulullah."

Karena pada akhirnya, yang membedakan orang biasa dengan manusia terbaik sepanjang masa bukanlah jumlah hari yang mereka miliki, tetapi bagaimana mereka memaknai setiap hari yang diberikan.

Dan Rasulullah SAW telah mengajarkan satu hal bahwa. "Hari yang paling dibenci manusia, bisa jadi adalah hari yang paling dicintai langit." (*)

Tombol Google News

Tags:

Hari Senin Hari Kamis Rasulullah SAW Puasa Senin Kamis Islam Hadis nabi Amal Saleh Pintu Surga umat Islam Berita Religi Berita Jakarta