Prevalensi Stunting Pacitan 11,8 Persen, Lebih Rendah dari Angka Nasional 19,8 Persen

20 Oktober 2026 15:34 20 Okt 2026 15:34

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Prevalensi Stunting Pacitan 11,8 Persen, Lebih Rendah dari Angka Nasional 19,8 Persen

Kegiatan pemantauan pertumbuhan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak di posyandu di Kabupaten Pacitan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. (Foto: Dok. Ketik)

KETIK, PACITAN – Prevalensi stunting di Kabupaten Pacitan tercatat sebesar 11,8 persen berdasarkan Survei Evaluasi Gizi Indonesia (SEGI) 2024.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan prevalensi stunting nasional yang mencapai 19,8 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Meski berada di bawah angka nasional, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan tetap menekankan pentingnya penguatan upaya pencegahan dan penanganan stunting, terutama melalui peningkatan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi serta kesehatan ibu dan anak.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pacitan, Nunuk Irawati, mengatakan penanganan stunting dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitif.

Salah satu fokus utamanya adalah periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Menurut Nunuk, tantangan dalam penanganan stunting masih berkaitan dengan pemahaman dan literasi keluarga mengenai gizi, kesehatan, serta pertumbuhan dan perkembangan anak.

Karena itu, edukasi kepada keluarga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Pemenuhan makanan bergizi bagi ibu dan anak perlu diperhatikan, disertai pemeriksaan kehamilan secara rutin serta pemantauan pertumbuhan anak melalui posyandu.

Dinkes Pacitan mendorong orang tua untuk lebih aktif memperhatikan kebutuhan gizi anak dan mengikuti layanan kesehatan secara berkala.

Pemantauan sejak dini diharapkan membantu mendeteksi risiko gangguan pertumbuhan sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Dengan prevalensi sebesar 11,8 persen berdasarkan SEGI 2024, Pacitan memiliki angka yang lebih rendah daripada prevalensi nasional.

Namun, penguatan intervensi dan peningkatan kesadaran keluarga tetap diperlukan agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan optimal.(*)

Tombol Google News

Tags:

Stunting Pacitan dinkes pacitan Nunuk Irawati Gizi anak Kesehatan Ibu Posyandu Pacitan Berita pacitan Info Pacitan