KETIK, SURABAYA – Saat ini Indonesia tengah memasuki musim pancaroba, yakni masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Kondisi ini ditandai dengan cuaca yang berubah-ubah dan tidak menentu dari hari ke hari.
Pada musim seperti ini, banyak orang sering sakit karena perubahan cuaca yang ekstrem dan cepat. Perubahan suhu ini membuat tubuh harus terus beradaptasi sehingga dapat menyebabkan imun langsung menurun.
Selain itu, virus juga lebih mudah menyebar. Saat cuaca tidak stabil, virus cenderung lebih aktif dan mudah menular, apalagi dengan ramainya berbagai pusat perbelanjaan, konsumsi makanan yang kurang sehat, serta kondisi tempat yang kurang bersih dan faktor lainnya.
Kemudian, daya tahan tubuh yang menurun akibat perubahan pola tidur, aktivitas yang padat, atau kurangnya asupan makanan bergizi juga menyebabkan imun semakin melemah. Udara yang tidak stabil (lembap dan berdebu) turut mengganggu saluran pernapasan sehingga memicu batuk, pilek, atau alergi.
Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar kondisi tubuh tetap terjaga:
- Jaga Imun Tubuh
Dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, minum air putih yang cukup (±2 liter/hari), serta menambahkan Vitamin C jika diperlukan.
- Tidur Cukup
Minimal 7–8 jam per hari serta hindari begadang karena dapat menurunkan daya tahan tubuh.
- Jaga Kebersihan
Rutin mencuci tangan untuk mencegah penyebaran kuman.
- Tetap Olahraga Ringan
Seperti jalan kaki atau joging, tanpa perlu melakukan aktivitas yang terlalu berat.
- Siapin Diri sama Cuaca
Seperti membawa payung saat hujan.
- Jaga Pola Makan
Kurangi konsumsi junk food serta minuman terlalu dingin atau manis.
- Jangan Dipaksain Kalau Badan Mulai Drop
Perbanyak minum yang hangat dan kurangi aktivitas berat.
Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi selama musim pancaroba.
Menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup yang seimbang menjadi kunci agar tetap dapat beraktivitas dengan optimal di tengah cuaca yang tidak menentu. (*)
