Pemkab Lebak: Pembangunan Harus Berbasis Data Akurat

13 Oktober 2026 11:19 13 Okt 2026 11:19

Abdul Kohar

Editor
Thumbnail Pemkab Lebak: Pembangunan Harus Berbasis Data Akurat

Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lebak, Rahmat (duduk kedua dari kiri), menghadiri Insights Forum bertema “Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026” di Hotel Aston Serang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Rahmat for Ketik.com)

KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menekankan pentingnya data statistik yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Data yang berkualitas dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi ekonomi, meningkatkan daya saing usaha lokal, dan memperluas kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lebak, Rahmat, saat mewakili Bupati Lebak dalam Insights Forum bertema “Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026” di Hotel Aston Serang, Selasa 13 Oktober 2026.

Forum tersebut diselenggarakan Pemerintah Provinsi Banten bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, dan dihadiri pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Perencanaan pembangunan harus bertumpu pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Rahmat.

Menurut Rahmat, data statistik bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen strategis untuk menentukan sektor prioritas, membaca perubahan struktur ekonomi, mengidentifikasi hambatan usaha, hingga mengukur efektivitas program pembangunan.

Ia menilai, Sensus Ekonomi 2026 berperan penting dalam memotret kondisi dunia usaha dan struktur perekonomian. Hasil sensus itu dapat menjadi dasar bagi Pemkab Lebak dalam menyusun kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.

Pemkab Lebak, kata Rahmat, memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari pertanian dan perkebunan, perdagangan, pariwisata, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar bernilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Potensi ekonomi Kabupaten Lebak sangat beragam. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rahmat.

Pemkab Lebak juga mendorong kolaborasi dengan BPS untuk meningkatkan kualitas statistik sektoral, mulai dari pengumpulan, pemutakhiran, hingga pemanfaatan data dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi program.

Selain itu, Rahmat menekankan pentingnya partisipasi pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026. Keterlibatan dunia usaha dinilai menentukan kelengkapan data mengenai aktivitas ekonomi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

Ke depan, Pemkab Lebak akan memprioritaskan penguatan UMKM, peningkatan investasi produktif, perluasan kesempatan kerja, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta peningkatan daya saing pelaku usaha lokal.

“Pembangunan ekonomi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan angka pertumbuhan. Kita juga harus memastikan pertumbuhan tersebut berkualitas, membuka kesempatan kerja, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas,” kata Rahmat. (*)

 

 

Tombol Google News

Tags:

Pemkab lebak Kabupaten Lebak Data Statistik Sensus Ekonomi 2026 BPS pembangunan daerah Ekonomi Banten UMKM Kebijakan Berbasis Data berita lebak Berita Banten