Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

3 Oktober 2026 20:20 3 Okt 2026 20:20

Zenyta Eka A., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

Pada momen seremonial pembukaan EJIF 2026 yang digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026, turut digelar sesi foto bersama dengan menunjukkan dokumen LoI yang telah ditandatangani SIER bersama PT Filtrona Manufacturing Indonesia dan PT Freyabadi Indotama.  (Foto: Humas PT SIER)

KETIK, SURABAYA – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan investasi di kawasan industri. Dalam gelaran East Java Investment Forum (EJIF) 2026, SIER menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan dua perusahaan, yakni PT Freyabadi Indotama dan PT Filtrona Manufacturing Indonesia.

Penandatanganan LoI dilakukan di sela pelaksanaan EJIF 2026 yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya yang digelar selama dua hari mulai 1-2 Oktober 2026. Penandatanganan tersebut menjadi langkah awal bagi kedua belah pihak untuk menjajaki dan mengembangkan kerja sama lebih lanjut.

Dari SIER, penandatanganan dilakukan oleh Plt Kepala Divisi Pemasaran, Dedi Apriyanto. Sementara itu, PT Filtrona Manufacturing Indonesia diwakili Site General Manager Pupung Wahyu Purnaman, sedangkan PT Freyabadi Indotama diwakili Manufacturing Manager Yaroh.

PT Freyabadi Indotama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang cokelat, sementara PT Filtrona Manufacturing Indonesia bergerak di bidang filter rokok.

Pada momen seremonial pembukaan EJIF 2026 yang digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026, turut digelar sesi foto bersama dengan menunjukkan dokumen LoI yang telah ditandatangani SIER bersama PT Filtrona Manufacturing Indonesia dan PT Freyabadi Indotama. 

Sesi tersebut diikuti Direktur Utama PT SIER Alif Abadi bersama perwakilan kedua perusahaan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim, serta Plt Kepala OJK Jawa Timur Horas V.M. Tarihoran.

Turut hadir pula dalam acara itu, Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko PT SIER, Rizka Syafittri Siregar dan Direktur Kelembagaan PT SIER, Ahmad Fahrudin. Turut mendampingi, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT SIER, Yogi Widi Kurniawan.

Dirut PT SIER, Alif Abadi mengatakan, penandatanganan LoI menjadi bagian dari kepercayaan investor terhadap SIER sebagai kawasan industri yang mampu memberikan dukungan terhadap kebutuhan investasi.

“Kepercayaan investor menjadi modal penting bagi SIER untuk terus berkembang. Kami memiliki kawasan industri dengan fasilitas yang lengkap dan terus kami tingkatkan, termasuk dukungan pergudangan dan BPSP yang dapat menunjang kebutuhan operasional dan pertumbuhan bisnis para investor,” ujar Alif.

Menurutnya, SIER akan terus memastikan kawasan industri yang dikelola mampu menghadirkan ekosistem investasi yang aman, nyaman, kompetitif, dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha.

“Bagi kami, setiap investasi bukan sekadar penambahan kegiatan usaha, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang memberikan manfaat jangka panjang bagi Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap komitmen LoI tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi investasi yang memperkuat struktur ekonomi daerah. Menurutnya, pengembangan investasi perlu didukung oleh ekosistem yang kondusif agar mampu mendorong pertumbuhan industri sekaligus memperluas manfaat ekonomi.

Emil menyebut Jawa Timur tidak ingin sekadar menjadi tujuan investasi, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan investasi berkembang dan menghasilkan nilai tambah. Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar perekonomian Indonesia dan telah menjadi regional economy dengan angka perputaran ekonomi yang stabil.

“Hari ini kita fokuskan pada strategic policy-nya supaya terus memastikan Jawa Timur punya ekosistem yang kondusif. Jatim itu regional economy, industri yang paling menopang. Maka yang harus dijadikan fokus itu keunggulan dalam ekosistem perekonomian, terutama industri manufaktur yang ada di Jawa Timur,” jelasnya.

Emil menjelaskan, sebagai salah satu kekuatan ekonomi regional Indonesia, Jawa Timur memiliki struktur ekonomi yang ditopang sektor industri, khususnya manufaktur. Karena itu, penguatan sektor tersebut perlu menjadi bagian dari arah strategis pembangunan ekonomi Jawa Timur.

Menurutnya, keunggulan manufaktur harus didukung ekosistem yang kondusif, mulai dari perdagangan, sumber daya manusia, infrastruktur, hingga konektivitas.

“Ekosistem perdagangan dan manufaktur itu beririsan. Kita membutuhkan SDM yang terdidik, masyarakat dan kondisi ekonomi yang memadai,” tuturnya.

Menurut Emil, potensi investasi di Jawa Timur tersebar di berbagai wilayah. Peluang tersebut didukung oleh keberadaan bandara, pelabuhan, serta infrastruktur konektivitas lainnya.


Di sisi kawasan industri, Jawa Timur juga memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, kawasan industri halal, hingga rencana pengembangan kawasan industri baru. 

“Potensi Jawa Timur tersebar di seluruh penjuru. Tidak semuanya crowded. Kesempatannya ada, dan ini menciptakan peluang investasi,” ujarnya.

Karena itu, Emil menekankan pentingnya melihat investasi bukan sekadar dari besaran nominalnya, tetapi juga dari posisi dan kontribusinya terhadap penguatan rantai nilai ekonomi Jawa Timur.

Pemerintah, kata dia, memiliki peran penting dalam membangun ekosistem yang unggul sehingga berbagai peluang investasi yang ditawarkan dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah.

“Strategic direction kita adalah menawarkan peluang investasi bagi calon investor. Kita harus betul melihat di mana posisi investasi ini bagi Jawa Timur,” tandasnya. [*]

Tombol Google News

Tags:

pt sier Emil Elestianto Dardak Industri Surabaya