KETIK, SITUBONDO – Dukungan agar Kabupaten Situbondo kembali dipercaya sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 terus mengalir dari berbagai tokoh-tokoh NU, Selasa 13 Januari 2026.
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, Prof. Dr. Suparto Wijoyo mengatakan, Situbondo memiliki legitimasi historis, modal sosial, serta kesiapan kultural yang kuat untuk menggelar agenda tertinggi organisasi NU tersebut.
"Wacana Situbondo sebagai tuan rumah Muktamar NU telah dikomunikasikan secara internal kepada Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz. Beliau menilai, Situbondo bukanlah wilayah baru dalam sejarah besar NU, tapi salah satu episentrum penting perjalanan jam’iyah," kata Prof Suparto.
Kabupaten Situbondo, kata Prof Suparto, punya memori yang sangat kuat tentang Muktamar NU Tahun 1984. "Muktamar NU digelar di Situbondo, saat itu, Gus Dur terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Ahmad Shiddiq sebagai Rais Aam. "Itu bukan sekadar muktamar biasa, tetapi muktamar transisi besar dalam sejarah NU,” ujar Prof. Suparto.
Muktamar NU ke-27 pada tahun 1984 yang digelar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo menjadi tonggak monumental ketika NU secara resmi kembali ke Khittah 1926 dan menegaskan diri sebagai organisasi sosial-keagamaan, sekaligus menerima Pancasila sebagai asas berbangsa dan bernegara.
"Keputusan bersejarah tersebut hingga kini dikenang sebagai salah satu kontribusi terbesar NU bagi Indonesia. Apa yang terjadi di Situbondo pada 1984 sangat memorable. Situbondo mampu menjadi ruang yang menenangkan, menyeimbangkan dinamika kepemimpinan NU, dan menjadi tempat lahirnya keputusan besar yang berdampak nasional,” tegas Prof. Suparto.
Menurutnya, jika berkaca pada sejarah tersebut, maka Situbondo memiliki modal sosial, kultural, dan spiritual yang masih sangat relevan untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang direncanakan berlangsung setelah Idul Adha 2026.
“Jika melihat sejarah dan karakter masyarakatnya, Situbondo sebenarnya sangat siap. Tentu ini masih tahap niat baik dan komunikasi awal, tetapi sinyal positifnya sangat kuat,” tutur Prof Suparto .
PWNU Jawa Timur, kata Prof. Suparto, akan terus melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan para kiai, tokoh NU, serta pesantren-pesantren besar, termasuk agenda ziarah dan pertemuan spiritual sebagai bagian dari ikhtiar membangun kesepahaman dan kebersamaan.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyambut positif jika Muktamar NU ke-35 digelar di Kabupaten Situbondo. "Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo jika kembali dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35, maka kita sudah siap," kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.
Mas Rio menegaskan, Situbondo memiliki pengalaman sejarah, jejaring pesantren yang kuat, serta dukungan masyarakat yang solid. Selain itu, pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan seluruh elemen NU, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan penyelenggaraan muktamar berjalan aman, tertib, dan bermartabat.
“NU memiliki peran besar sebagai penyangga moral bangsa. Jika Situbondo dipercaya kembali, kami ingin memastikan muktamar ini menjadi ruang persatuan, keteladanan, dan penguatan peran NU dalam kehidupan kebangsaan,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa keterlibatan pesantren, kiai, dan masyarakat Situbondo akan menjadi kekuatan utama, sebagaimana yang pernah terjadi pada Muktamar NU 1984.
"Wacana Situbondo sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35 dinilai bukan hanya bernilai simbolik, tetapi juga strategis. Banyak pihak melihat kesamaan konteks antara situasi NU saat ini dengan kondisi NU menjelang Muktamar 1984—sama-sama berada pada fase penting konsolidasi organisasi, penguatan peran keumatan, dan peneguhan komitmen kebangsaan," tutur Mas Rio.
Dengan rekam jejak sejarah yang kuat, dukungan tokoh NU, serta kesiapan pemerintah dan masyarakat, Situbondo kembali disebut-sebut sebagai “rumah besar” yang tepat bagi NU untuk menata langkah strategis organisasi ke depan.
"Jika dipercaya, Muktamar NU ke-35 di Situbondo diharapkan tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi jam’iyah, tetapi juga momentum persatuan, rekonsiliasi, dan penguatan peran NU sebagai penjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang ramah, moderat, dan berakar kuat pada tradisi kebangsaan Indonesia," pungkas Mas Rio (*)
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, Situbondo Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
13 Januari 2026 21:23 13 Jan 2026 21:23
Adinda Octaviani, Heru Hartanto
Redaksi Ketik.com
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, Prof. Suparto Wijoyo bersama Bupati Situbondo, Selasa 13 Januari 2026 (Foto : Adinda Octaviani / ketik.com)
Tags:
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa timur Prof. Suparto Wijoyo situbondo layak Menjadi tuan rumah Muktamar NUBaca Juga:
Kirab Tumpeng Perdana Meriahkan Haul Eyang Singonoyo di Desa Sukorejo BojonegoroBaca Juga:
DPD Partai Gelora Probolinggo Gelar Pembekalan Pengurus KWSB di Hotel Bromo ParkBaca Juga:
Senyum Syukur Mbah Kaderi Iringi Penyerahan Kursi Roda dari KSB PacitanBaca Juga:
Apesnya Warga Sudimoro Pacitan: 10 Tahun Jalannya 'Remuk', Tak Diberi Aspal Cuma Ditambal SemenBaca Juga:
Selama Enam Bulan, 733 Perempuan Sampang Resmi Menyandang Status JandaBerita Lainnya oleh Adinda Octaviani
24 Juli 2026 23:58
Malam Ini, Pengurus PWI Situbondo Periode 2026 – 2029 Resmi Dilantik
22 Juli 2026 17:13
PKBM Rumah Pintar Inddas Sosialisasikan Program Kejar Paket di Rutan Situbondo
22 Juli 2026 16:28
Bupati Kunjungi MAN 2 Situbondo Motivasi Murid Melanjutkan Sekolah ke Jenjang lebih Tinggi
22 Juli 2026 15:20
Sambut Peringatan Harjakasi Ke-208, Situbondo Berhias Percantik Wajah Kota
21 Juli 2026 22:28
Saling Ngejek Dimedsos, Dua Pria Bersenjata Clurit Diamankan Anggota Polres Situbondo
