KETIK, SLEMAN – Deru mesin konstruksi dan langkah kaki tegap prajurit TNI mulai mewarnai Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, sejak Rabu pagi, 22 April 2026.
Momentum ini menandai dibukanya secara resmi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Kodim 0732/Sleman Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di wilayah barat Kabupaten Sleman tersebut.
Upacara pembukaan yang berlangsung di lapangan terbuka ini menjadi simbol dimulainya kerja kolaboratif lintas sektor yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Akselerasi Pembangunan di Kawasan Pinggiran
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa TMMD merupakan instrumen strategis untuk mengakselerasi pembangunan di kawasan pinggiran.
Harda menyebut bahwa kolaborasi ini memberikan dampak instan yang bisa langsung dirasakan oleh warga, terutama dalam memicu pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan taraf hidup masyarakat perdesaan.
Suasana upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 Kodim 0732/Sleman di Lapangan Sendangrejo, Minggir, Sleman. Program ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa. (Foto: Fajar R/Ketik.com)
"Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mendukung karena manfaatnya nyata. Saya sangat berterima kasih, mudah-mudahan program ini terus berlangsung karena kegiatan ini nyata dampaknya, seperti pembangunan jalan yang kini sudah mulai terlihat rumah-rumah baru tumbuh di sekitarnya. Ini yang dirasakan warga, mereka sangat berterima kasih," ujar Harda.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur yang dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat ini merupakan kunci utama dalam mengatasi hambatan pembangunan di desa-desa yang selama ini terkendala akses.
Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, merinci bahwa selama 30 hari ke depan, hingga 21 Mei 2026, personel TNI bersama warga akan fokus pada dua sasaran utama pembangunan. Sasaran fisik meliputi pembangunan talud jalan dua sisi sepanjang 1.040 meter, pemasangan tiga unit gorong-gorong, serta rehabilitasi satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berukuran 4x12 meter.
"Kami berkomitmen untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam mendukung program guna meningkatkan kemandirian dan mensejahterakan masyarakat dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Letkol Arh Reindi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan TMMD sangat bergantung pada sinergi yang terbangun di lapangan. "Dengan demikian, diharapkan Program TMMD ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," imbuh Dandim 0732/Sleman ini.
Tak hanya fisik, aspek non-fisik turut diperkuat melalui rangkaian penyuluhan yang bersifat edukatif. Materi yang diberikan mencakup wawasan kebangsaan, penyuluhan pencegahan narkoba, penanganan kenakalan remaja, hingga isu kesehatan krusial seperti pencegahan stunting melalui optimalisasi peran Posyandu dan Posbindu. Satu Satuan Setingkat Peleton (SST) TNI dikerahkan untuk bahu-membahu dengan sedikitnya 20 warga setiap harinya.
Sinergi Fiskal untuk Kesejahteraan
Ketua DPRD Sleman, Gustan Ganda, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberlanjutan program ini. Menurutnya, TMMD adalah representasi ideal dari kerja sama antara eksekutif, legislatif, dan militer.
Gustan menekankan bahwa meskipun kondisi fiskal di banyak daerah sedang mengalami tekanan akibat penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat, Sleman tetap mampu mengalokasikan anggaran yang memadai.
Tinjauan lapangan pembangunan infrastruktur TMMD Sengkuyung Tahap II Koim 0732/Sleman di Kalurahan Sendangrejo, Minggir, Sleman. Sinergi TNI dan Pemkab Sleman memastikan proyek berjalan sesuai target demi kesejahteraan masyarakat. (Foto: Fajar R/Ketik.com)
"Sleman tidak bisa membangun sendiri. Inilah wujud sinergi kami antara Pemerintah Kabupaten, TNI, Legislatif, dan rakyat. Kami di DPRD berkomitmen mengesahkan anggaran program Bupati karena tujuannya jelas untuk menyejahterakan masyarakat," tutur Gustan.
Ia juga menambahkan bahwa Sleman tetap tangguh karena keberhasilan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 400 miliar, sehingga pembangunan di tingkat desa tidak terhambat oleh keterbatasan dana transfer ke daerah.
Total anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp525 juta. Angka tersebut merupakan akumulasi dari APBD DIY senilai Rp75 juta, APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp450 juta, serta ditambah swadaya logistik masyarakat senilai Rp30 juta.
Sinergi lintas sektoral ini diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur beton yang kokoh, tetapi juga memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga ketahanan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan warga di Sendangrejo dan sekitarnya. (*)
