KETIK, PAGAR ALAM – style="text-align:justify">Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam provinsi Sumatera Selatan terus melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Pasar Terminal Nendagung, sebagai upaya menciptakan pusat perdagangan yang lebih tertata, nyaman, higienis, sekaligus mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen tersebut terlihat saat Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, ST, turun langsung meninjau kondisi Pasar Terminal Nendagung di Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam peninjauan tersebut, Kak Ludi memastikan proses penataan pasar berjalan sesuai rencana.
Dikatakan Walikota, wajah Pasar Nendagung kini mulai berubah. Bangunan pasar terlihat sudah lebih rapi, bersih, dan para pedagang telah mulai menempati lapak-lapak yang telah disediakan sesuai dengan jenis komoditas dagangan masing-masing.
“Penataan ini kita lakukan agar pasar lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja. Semua ditata berdasarkan jenis daganganya, sehingga aktivitas jual beli menjadi lebih tertib,” ujar Kak Ludi.
Dalam konsep penataan tersebut, pedagang sayuran ditempatkan dalam satu kawasan khusus agar tidak lagi meluber hingga ke badan jalan protokol. Pedagang ikan juga dipusatkan dalam satu area tersendiri untuk memudahkan pengelolaan limbah air bekas ikan yang selama ini berpotensi merusak fasilitas pasar.
Sementara itu, pedagang daging dan ayam juga memperoleh lokasi yang khusus. Untuk aktivitas pemotongan ayam hidup, pemerintah telah menyiapkan fasilitas di kawasan Sub Terminal Agrobisnis (STA) sehingga limbah pemotongan tidak mencemari area pasar Terminal.
Tak hanya itu, Pemkot Pagar Alam juga menyediakan lorong khusus bagi pedagang souvenir, kerajinan, dan pelaku UMKM agar produk lokal memiliki ruang yang lebih representatif dan menarik bagi pengunjung.
Kak Ludi menegaskan, pedagang yang masih berjualan di luar area yang telah ditentukan akan ditertibkan secara bertahap oleh Satpol PP Kota Pagar Alam. Penertiban diawali dengan pemberian peringatan, pemanggilan, hingga penerapan sanksi apabila tetap mengabaikan aturan yang ada.
Selain penataan pedagang, pemerintah juga melakukan pengaturan akses keluar masuk pasar kendaraan. Jalan milik pemerintah kota akan ditutup dan dipagari sehingga seluruh aktivitas pengunjung terpusat melalui pintu utama pasar terminal. Bangunan kios di bagian belakang juga akan ditutup untuk menciptakan tata kelola pasar yang lebih baik dari sebelumnya.
Menurut Kak Ludi, langkah tersebut bukan hanya bertujuan mempercantik kawasan pasar, tetapi juga untuk membenahi sistem pengelolaan retribusi agar lebih transparan dan akuntabel.
“Selama ini kita masih terdapat kebocoran penerimaan retribusi. Ke depan seluruh pembayaran akan langsung disetorkan melalui Bank Sumsel Babel Kota Pagar Alam sehingga tidak ada lagi kebocoran dan seluruh pendapatan masuk ke kas daerah,” tegasnya.
Dengan sistem yang lebih tertib, Pemkot optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Pagar Alam dari sektor pasar akan meningkat. Hasilnya diharapkan dapat kembali dirasakan oleh masyarakat melalui pembangunan berbagai fasilitas publik yang lebih baik.
