Syngenta Gelar Ekspo Simodis, Edukasi Petani Cabe Hadapi Ancaman Hama

30 September 2026 12:37 30 Sep 2026 12:37

Sugeng Hariyadi, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Syngenta Gelar Ekspo Simodis, Edukasi Petani Cabe Hadapi Ancaman Hama

Perwakilan Syngenta Indonesia sekaligus Sales Executive Wilayah Jawa Timur, Gossi Akoba, saat memberikan penjelasan dalam kegiatan Ekspo Simodis. (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – PT Syngenta Indonesia menggelar Ekspo Simodis pada tanaman cabe di Kabupaten Tulungagung dan Blitar. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan hasil pertanian sekaligus menjaga kualitas komoditas hortikultura, khususnya tanaman cabe.

Ekspo Simodis di Tulungagung digelar di area persawahan milik Yoko, Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Rabu, 30 September 2026 pagi. Kegiatan edukasi lapangan tersebut diikuti sekitar 300 petani cabe dari berbagai wilayah di Tulungagung.

Dalam sesi edukasi di Tenda Setia, tim Syngenta memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi petani, terutama saat musim kemarau. Sejumlah hama yang menjadi ancaman bagi tanaman hortikultura antara lain kutu kebul, thrips, midsus, aphids atau kutu daun, hingga tengu.

Tim Syngenta menjelaskan, serangan thrips dapat terjadi pada berbagai fase pertumbuhan tanaman, mulai dari tanaman muda hingga menjelang panen. Serangan hama tersebut disebut berpotensi menyebabkan kehilangan hasil panen sekitar 30–70 persen, bahkan dapat mencapai 100 persen apabila tanaman terinfeksi virus yang dibawa oleh hama.

Selain mengenali ancaman hama, petani juga diberikan edukasi mengenai gejala serangan thrips, seperti daun mengkerut atau keriting. Tim Syngenta mendorong petani menerapkan pola perawatan tanaman dengan mengutamakan tindakan pencegahan atau preventif.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu petani mengantisipasi serangan sejak awal dibandingkan mengandalkan penyemprotan pestisida berulang setelah tanaman terlanjur terserang.

Dalam kegiatan tersebut, Syngenta juga memperkenalkan sejumlah produk untuk mendukung pengelolaan tanaman hortikultura, di antaranya Simodis, Miravis Duo, Cuprivit atau Cuprinomad, Amistar Top, Agrimec, dan Beyond.

Perwakilan Syngenta Indonesia sekaligus Sales Executive Wilayah Jawa Timur, Gossi Akoba, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan pada upaya memberikan perlindungan tanaman, terutama dalam pengendalian hama thrips.

Hama tersebut diketahui menyerang bagian pucuk daun dan bunga sehingga dapat menghambat pertumbuhan buah dan berdampak terhadap hasil panen.

"Potensi cabe di Tulungagung dan Blitar sangat besar. Namun, biaya pengolahan dan produksi cabe juga cukup tinggi, sehingga perlindungan tanaman harus dimaksimalkan agar hasil yang diperoleh petani bisa optimal," ujar Gossi saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurut Gossi, edukasi dan pendampingan kepada petani melalui kegiatan field day juga rutin dilakukan setiap bulan di berbagai wilayah operasional Syngenta, mulai dari Tulungagung, Blitar, Trenggalek, hingga Batu.

Setelah kegiatan di Tulungagung, ekspo serupa rencananya dilanjutkan di wilayah Blitar pada akhir 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Syngenta berharap petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus mendukung ketahanan serta swasembada pangan nasional, khususnya di sektor hortikultura.

Tombol Google News

Tags:

Petani Cabe Syngenta Indonesia Gossi Akoba Ekspo Simodis Tulungagung