KETIK, LEBAK – Kesabaran warga Hunian Sementara (Huntara) Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, mulai habis. Setelah 6 tahun menunggu kepastian Hunian Tetap (Huntap), warga mengancam akan mendirikan ratusan tenda pengungsian di Pendopo Gubernur Banten jika pembangunan jalan akses tidak segera dituntaskan.
Warga Huntara, Zaenudin, mengatakan jalan tersebut merupakan infrastruktur vital untuk mobilisasi pembangunan. Meski dikerjakan bertahap, penyelesaiannya tidak bisa ditunda.
"Secara sederhana, mau dibagi berapa pun tahapnya, akses mobilisasi ini merupakan akses vital yang harus disegerakan. Mau dibangun sepotong-sepotong, kalau hujan melanda ya tidak bisa dilalui," ujar Zaenudin kepada wartawan, Senin 27 Juli 2026.
Zaenudin menyebut jalur alternatif melalui Jawa Barat tidak memungkinkan untuk truk bermuatan besar. Kapasitas jalan di sana terbatas.
"Muatan dari kementerian pusat pastinya berton-ton. Sementara kapasitas jalan tersebut ya kapasitas jalan desa, jalan poros. Kalau sampai ambruk, kita juga yang rugi," katanya.
Ia mengkritisi proyek yang molor sejak 2025 hingga 2026.
"Karena memang dilakukan sejak tahun 2025 hingga saat ini, 2026 belum merampung. Kami sudah muak dengan alasan-alasan," tegasnya.
Zaenudin memberi ultimatum hingga akhir Juli atau awal Agustus 2026. Jika tak selesai, warga akan beraksi ke Pendopo Gubernur.
"Ada kemungkinan besar kami menggelar aksi serupa yang dilakukan di Pendopo Bupati Lebak. Tentunya itu akan kami lakukan juga di Pendopo Gubernur Banten," katanya.
"Kami akan melakukan aksi gelar tenda, ratusan tenda pengungsian di Pendopo Gubernur Banten untuk mengingatkan bahwa hari ini masyarakat tidak tidur," ujarnya.
Warga juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek sehingga tidak tahu kontraktor dan nilai anggaran.
Sebelumnya, Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi, memastikan pembangunan tetap berjalan. Proyek dibagi 2 tahap agar selaras dengan Huntap pusat.
Tahap pertama P-APBD 2025 sudah 100%. Tahap kedua TA 2026 progresnya 50% dan ditarget selesai pertengahan Agustus 2026.
"Kondisi jalan saat ini masih berupa badan jalan dengan perkerasan batu untuk mobilisasi material. Finishing akan dilakukan setelah Huntap selesai agar kualitas tetap terjaga," jelas Deden. (*)
