Stasiun Comal Kembali Beroperasi, Permudah Akses dan Dongkrak Ekonomi Lokal

28 April 2026 02:05 28 Apr 2026 02:05

Slamet Sumari, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Stasiun Comal Kembali Beroperasi, Permudah Akses dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Pemotongan pita sebagai petanda diresmikan pelayanan naik turun penumpang di Stasiun Comal (Foto:Slam/ketik.com)

KETIK, PEMALANG – Setelah hampir delapan tahun tidak aktif, PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengoperasikan kembali Stasiun Comal untuk melayani naik turun penumpang mulai Senin, 27 April 2026. ‎Sebelumnya, stasiun comal di Pemalang, Jawa Tengah berhenti beroperasi sejak Desember 2018.

‎Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Daop 4 Semarang Mohamad Arie Fathurrochman bersama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang dr. Noor Faizah Maenofie, di lokasi stasiun.

‎Kepala Daop 4 Semarang, Mohamad Arie Fathurrochman, menjelaskan bahwa pengaktifan kembali Stasiun Comal didasarkan pada kajian kebutuhan penumpang.

‎Banyak pengguna jasa kereta api di Stasiun Pemalang dan Pekalongan diketahui berasal dari wilayah Comal dan sekitarnya. ‎“Stasiun Comal sudah layak kembali menjadi stasiun layanan naik turun penumpang, melihat tingginya potensi pengguna dari wilayah sekitar comal,” ujarnya.

‎Pada hari pertama operasional, tercatat sebanyak 106 penumpang memanfaatkan layanan tersebut, dengan rincian 72 penumpang naik dan 34 penumpang turun di Stasiun Comal.

‎Pada tahap awal, terdapat tiga kereta api yang melayani penumpang di stasiun ini, yaitu KA Kaligung, KA Kamandaka, dan KA Joglosemarkerto.

Foto Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menuju gerbong KA Kaligung 219, mencoba perjalanan menuju Stasiun Pemalang dari Stasiun Comal (Foto: Slam/ketik.com)Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menuju gerbong KA Kaligung 219, mencoba perjalanan menuju Stasiun Pemalang dari Stasiun Comal (Foto: Slam/ketik.com)

‎Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyampaikan bahwa pengoperasian kembali Stasiun Comal diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

‎“Harapannya tentu konektivitas semakin baik dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Comal dan sekitarnya. Ke depan kami berharap lebih banyak kereta jarak jauh dapat berhenti di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama. Nurkholis, warga Comal, mengaku sangat terbantu dengan dibukanya kembali layanan ini karena tidak perlu lagi bepergian ke stasiun lain yang lebih jauh.

‎“Sangat memudahkan, sekarang tidak perlu ke Pekalongan atau Pemalang untuk bepergian ke luar kota,” katanya.

‎Hal senada disampaikan Sulistiani, calon penumpang asal Desa Padek, Kecamatan Ulujami, yang hendak menuju Semarang menggunakan KA Kamandaka. ‎“Senang sekali karena lebih dekat dari rumah. Tarifnya juga terjangkau, kelas ekonomi Rp85 ribu,” ucapnya.

‎Meski demikian, masyarakat berharap adanya peningkatan fasilitas pendukung di Stasiun Comal, seperti area parkir, toilet, serta ketersediaan kuliner atau booth makanan untuk kenyamanan penumpang.

‎Dengan kembali beroperasinya Stasiun Comal, diharapkan akses transportasi masyarakat semakin mudah dan efisien, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Pemalang bagian timur. (*)

Tombol Google News

Tags:

Stasiun Comal Kereta Api Indonesia Berita Pemalang transportasi publik Kereta Api ekonomi lokal Info Kereta