Sleman Borong Prestasi! Sabet Predikat Terbaik I Reka Cipta Bakti Nugraha DIY 2026

31 Juli 2026 13:15 31 Jul 2026 13:15

Fajar Rianto, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sleman Borong Prestasi! Sabet Predikat Terbaik I Reka Cipta Bakti Nugraha DIY 2026

Momen membanggakan saat Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menyerahkan trofi Predikat Terbaik I Anugerah Reka Cipta Bakti Nugraha Tahun 2026 kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya, Kamis 30 Juli 2026. Kabupaten Sleman sukses mengemas nilai tertinggi, yakni 9,09, mengungguli seluruh kabupaten/kota di DIY. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Pemkab Sleman kembali menorehkan prestasi membanggakan. Di bawah kepemimpinan Bupati Harda Kiswaya, Kabupaten Sleman merengkuh Predikat Terbaik I Anugerah Reka Cipta Bakti Nugraha 2026 tingkat DIY.

Sleman keluar sebagai juara usai mengemas nilai tertinggi, yakni 9,09, mengungguli seluruh kabupaten serta kota lain di wilayah DIY.

Trofi bergengsi itu diserahkan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepada Bupati Harda Kiswaya. Agenda penyerahan berlangsung dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) Triwulan II 2026 di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Capaian angka 9,09 tersebut bukan sekadar simbol administratif. Angka itu menjadi bukti sahih keberhasilan Pemkab Sleman merancang tata kelola pembangunan yang kreatif, bersinergi, serta berdampak langsung bagi kehidupan warga.

Jejak Panjang Penghargaan

Penghargaan tersebut mempunyai akar sejarah yang kuat di Bumi Mataram. DIY sudah sejak lama menerapkan mekanisme khusus guna mengapresiasi kinerja perencanaan serta pembangunan tingkat kabupaten maupun kota lewat ajang Reka Cipta Bakti Nugraha.

Kali pertama digelar pada 2013 saat penutupan Musrenbang DIY, penghargaan ini dicetuskan langsung oleh Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X. Langkah itu menjadi tonggak sejarah sebagai instrumen apresiasi perencanaan pertama di Indonesia yang khusus diterapkan di wilayah regional DIY.

Selama lebih dari satu dekade digelar secara rutin, ajang ini menjelma menjadi bagian penting dari siklus pembangunan, memicu iklim kompetisi sehat, sekaligus melahirkan berbagai pembaruan layanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selaras Standar Nasional

Dari sisi substansi, Reka Cipta Bakti Nugraha dirancang seirama dengan kerangka Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) garapan Kementerian PPN/Bappenas secara nasional.

Penilaiannya berfokus pada pencapaian pembangunan daerah, mutu dokumen perencanaan daerah (RKPD), tahapan penyusunan dokumen, hingga terobosan pembangunan yang dikembangkan daerah.

Proses penyeleksiannya tergolong ketat, bermula dari bedah dokumen oleh Tim Penilai Independen yang diisi akademisi serta praktisi perguruan tinggi terkemuka, sampai babak presentasi dan wawancara.

Menariknya, ajang Reka Cipta Bakti Nugraha di tingkat DIY sekaligus berfungsi ganda sebagai seleksi resmi wakil daerah untuk melaju ke pentas PPD nasional. Artinya, kabupaten atau kota yang menyabet predikat terbaik di DIY bakal otomatis diusulkan oleh Pemda DIY untuk bersaing di tingkat nasional.

Komitmen Pemkab Sleman

Bupati Harda Kiswaya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi usai menerima penghargaan tersebut. Menurutnya, buah manis ini merupakan hasil nyata dari cucuran keringat seluruh jajaran perangkat daerah serta dukungan penuh warga Sleman.

Foto Wabup Sleman, Danang Maharsa, melakukan penandatanganan komitmen bersama integrasi basis data kemiskinan di DIY dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) Triwulan II Tahun 2026. Agenda  tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur DIY dan Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)Wabup Sleman, Danang Maharsa, melakukan penandatanganan komitmen bersama integrasi basis data kemiskinan di DIY dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) Triwulan II Tahun 2026. Agenda tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur DIY dan Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan. Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat Sleman," tutur Bupati Harda.

Bagi Harda, trofi tersebut bukanlah titik akhir. Ia menegaskan capaian ini justru wajib menjadi pelecut semangat guna terus menelurkan gagasan segar dalam pelayanan publik. Pemkab Sleman berkomitmen merawat konsistensi pembangunan jangka panjang, sigap menghadapi berbagai hambatan zaman, serta berorientasi pada perluasan kesejahteraan rakyat.

Foto Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Danang Maharsa berpose dengan trofi dan piagam Predikat Terbaik I Anugerah Reka Cipta Bakti Nugraha 2026. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Danang Maharsa berpose dengan trofi dan piagam Predikat Terbaik I Anugerah Reka Cipta Bakti Nugraha 2026. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)

Sejalan dengan hal itu, Baperida DIY selaku motor penggerak teknis memandang penghargaan ini sebagai instrumen vital untuk memastikan standar pembangunan kabupaten maupun kota se-DIY selalu sejajar dengan standar terbaik nasional, transparan, serta berorientasi pada hasil nyata.

Di samping memborong predikat terbaik, agenda Rakordal Triwulan II 2026 ini turut diisi dengan penandatanganan komitmen bersama integrasi basis data kemiskinan di DIY. Agenda krusial tersebut dijalankan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, serta disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pemkab Sleman Bupati Sleman Harda Kiswaya Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa Pemda DIY Rakordal Diy Pemkab Sleman Terbaik Anugerah Reka Cipta Berita Sleman Jogja istimewa