Riset Kolaborasi PTN Jatim Diluncurkan, Gubernur Khofifah Tekankan Kebijakan Berbasis Data

16 April 2026 18:29 16 Apr 2026 18:29

Fariha Al J., Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Riset Kolaborasi PTN Jatim Diluncurkan, Gubernur Khofifah Tekankan Kebijakan Berbasis Data

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Paguyuban Rektor PTN se-Jatim meluncurkan Riset Kolaborasi PTN Jatim 2026 di UIN Syekh Wasil Kediri, pada Rabu, 15 April 2026 guna mendorong pembangunan daerah berbasis data dan ilmu pengetahuan. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Riset Kolaborasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Jawa Timur Melaju 2026 dalam Rapat Kerja I Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur di UIN Syekh Wasil Kediri, Rabu, 15 April 2026. 

Program ini ditujukan untuk mendorong pembangunan Jawa Timur yang berbasis data dan ilmu pengetahuan melalui sinergi pemerintah dan perguruan tinggi.

Gubernur Khofifah berharap kolaborasi antara pemangku kebijakan dan dunia pendidikan tinggi mampu menghasilkan implementasi nyata bagi kemajuan daerah.

"Ini menjadi tantangan besar bagi seluruh civitas akademika, karena sangat penting bagaimana kolaborasi ini untuk bisa menghasilkan riset-riset unggulan untuk Jawa Timur Maju Melaju,” kata Khofifah.

“Dan kalau Jawa Timur maju melaju, maka sesungguhnya ini memiliki daya dorong yang sangat kuat untuk Indonesia maju melaju," imbuhnya.

Ia menekankan pentingnya applied science atau ilmu terapan untuk menjembatani hasil riset dengan kebutuhan sektor industri dan dunia usaha, termasuk penguatan konektivitas dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Melalui riset kolaboratif ini, PTN di Jawa Timur diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan tepat sasaran.

"Kami ini relatif sering silaturahim dengan para pengambil keputusan. Harapannya, hal-hal seperti ini bisa tersampaikan. Membangun tim kolaborasi riset unggulan yang bisa menguatkan peran-peran strategis dari perguruan tinggi menurut saya adalah niat yang sangat mulia," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur Prof. Nurhasan menyebut forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan dalam pembangunan daerah.

"Kita sudah mengumpulkan anggaran masing-masing PTN Rp 1 miliar, jadi kita sudah punya anggaran Rp 15 miliar untuk mendukung program-program Perguruan Tinggi Jawa Timur,” tegas Nurhasan.

“Semua persoalan bangsa harus kita petakan by design. Oleh karena itu, sinergi antar PTN dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci utama. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, kita harus kolaborasi lintas institusi, lintas disiplin, bahkan lintas sektor," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

gubernurkhofifah Pemprov Jatim #PaguyubanRektor