Resmi Dilantik Pengurus Baznas Periode 2026-2031, HM Ghofirin Usung Konsep Nawa Pradana

11 Agustus 2026 18:11 11 Agt 2026 18:11

Fitra Herdian, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Resmi Dilantik Pengurus Baznas Periode 2026-2031, HM Ghofirin Usung Konsep Nawa Pradana

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur, HM Ghofirin. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur, HM Ghofirin telah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa periode 2026-2031 di Gedung Negara Grahadi, Minggu, 9 Agustus 2026.

Usai dilantik, ia menegaskan komitmennya membawa Baznas Jatim memasuki fase transformasi yang inklusif, profesional dan berdampak.

Baznas Jatim juga akan segera bekerja dengan mengusung Nawa Pradana sebagai sembilan prioritas strategis. Konsep tersebut mengintegrasikan Asta Strategis Baznas RI dengan Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Nawa Pradana ini menjadi pijakan Baznas Jatim dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis.

Sembilan prioritas tersebut meliputi Baznas Jatim Peduli, Baznas Jatim Cerdas, Baznas Jatim Sehat, Baznas Jatim Sejahtera, Baznas Jatim Lestari, Baznas Jatim Tangguh, Baznas Jatim Amanah, Baznas Jatim Inklusif, dan Baznas Jatim Sinergi.

Melalui Baznas Jatim Peduli, program akan diarahkan untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan dan dakwah, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar kelompok rentan .

Seperti dhuafa, yatim, lansia, penyandang disabilitas, dan gharimin. Program tersebut juga mencakup dukungan terhadap hunian layak serta penguatan kegiatan sosial keagamaan.

Sementara Baznas Jatim Cerdas akan diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa, penguatan pendidikan vokasi, serta pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat dhuafa.

Pada sisi pemberdayaan, program Baznas Jatim Sejahtera diarahkan untuk mendorong penguatan ekonomi penerima manfaat sehingga bantuan zakat dapat berkembang menjadi instrumen kemandirian ekonomi.

Adapun Baznas Jatim Sinergi akan difokuskan pada perluasan jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta penguatan kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, lembaga amil zakat (LAZ), dunia usaha, ulama, dan lembaga pendidikan.

“Sinergi ini menjadi penting untuk mengoptimalkan pengumpulan serta pendayagunaan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya, sekaligus memperkuat literasi dan edukasi agar basis muzaki semakin luas,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Baznas Jatim Ketua Baznas Jatim Hm Ghofirin