Ratusan Calon Warga PSHT Ikuti Tes Jago di Kanigoro Blitar, Uji Mental dan Tanggung Jawab Sebelum Disahkan

14 Juni 2026 05:39 14 Jun 2026 05:39

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Ratusan Calon Warga PSHT Ikuti Tes Jago di Kanigoro Blitar, Uji Mental dan Tanggung Jawab Sebelum Disahkan

Ratusan calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Blitar saat berkumpul mengikuti tahapan tes jago, Sabtu 13 Juni 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Suasana berbeda tampak di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Sabtu 13 Juni 2026. Ratusan calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Blitar berkumpul mengikuti tahapan tes jago, sebuah proses pembinaan yang menjadi bagian penting sebelum mereka resmi disahkan sebagai warga PSHT.

 

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Ranting Sutojayan dan Ranting Kanigoro. Mereka menjalani serangkaian proses yang tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab pribadi.

 

Ketua PSHT Cabang Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono atau yang akrab disapa Mas Bagas, mengatakan tes jago merupakan salah satu tahapan wajib yang harus dilalui calon warga sebelum memasuki prosesi pengesahan.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki filosofi mendalam yang selama ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dalam organisasi.

 

“Tes jago bukan sekadar kegiatan seremonial atau tradisi yang dilakukan turun-temurun. Di dalamnya ada nilai pembelajaran yang harus dipahami dan dijalani oleh setiap calon warga,” ujar Mas Bagas.

 

Ia menjelaskan, para peserta dituntut menunjukkan kesungguhan dan tanggung jawab melalui cara mereka merawat serta menjaga ayam jago yang dibawa selama kegiatan berlangsung.

 

“Yang kami lihat bukan hanya fisiknya, tetapi juga mentalnya. Bagaimana mereka bertanggung jawab, sabar, disiplin, dan mampu menjaga amanah yang diberikan. Itu yang menjadi bagian dari pembelajaran menuju pengesahan,” jelasnya.

 

Mas Bagas menambahkan, karakter yang dibangun melalui tahapan tersebut diharapkan tidak berhenti saat berada di lingkungan organisasi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, warga PSHT harus mampu menjadi pribadi yang berakhlak baik, menjunjung tinggi persaudaraan, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

 

“Kami ingin calon warga memahami bahwa menjadi bagian dari PSHT bukan hanya soal kemampuan pencak silat. Yang lebih penting adalah bagaimana membentuk karakter, menjaga persaudaraan, dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Pelaksanaan tes jago yang diikuti ratusan calon warga tersebut berlangsung tertib dan lancar. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan sesuai arahan panitia dan pengurus cabang.

 

Melalui kegiatan itu, PSHT Cabang Kabupaten Blitar berharap seluruh calon warga dapat menyelesaikan proses pembinaan dengan baik sehingga saat disahkan nantinya mampu menjadi warga yang berkarakter kuat, bertanggung jawab, serta tetap memegang teguh nilai-nilai persaudaraan yang menjadi ajaran utama organisasi.

Tombol Google News

Tags:

PSHT PSHT cabang Kabupaten Blitar Tes Jago Blitar Kabupaten Blitar