PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

13 April 2026 18:24 13 Apr 2026 18:24

Maulidya Hanin N., Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

Rais Aam PBNU KH Miftakhul Achyar sedang memberikan sambutan pada sidang pleno Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, pada 11–12 April 2026 (Foto: Humas PWNU Jatim)

KETIK, SURABAYA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengusulkan agar Aswaja Center dilembagakan menjadi badan atau lembaga khusus di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Usulan tersebut disepakati dalam sidang pleno Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, pada 11–12 April 2026, sebagai bahan pembahasan dalam Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) NU menjelang Muktamar ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026.

Delegasi Aswaja Center dalam Muskerwil, MZ Muhaimin, mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan sidang komisi program yang dipimpin Wakil Ketua PWNU Jatim KH Firjaun Barlaman. Menurutnya, pelembagaan Aswaja Center perlu segera ditindaklanjuti dalam forum Konbes dan Munas NU pada akhir April 2026.

“Menjelang Muktamar ke-35 NU, kita perlu memastikan agar Aswaja Center tercatat secara resmi dalam AD/ART NU atau Peraturan Perkumpulan (Perkum) PBNU sebagai lembaga atau badan khusus. Karena itu, perlu ada pasal khusus yang mengatur Lembaga Aswaja Center,” ujarnya dikutip Senin, 13 April 2026.

Muhaimin menjelaskan, dalam sidang komisi pada 12 April 2026, pihaknya juga memutarkan video pleno Muktamar ke-34 NU di Lampung yang berisi aspirasi tentang pelembagaan Aswaja Center. Aspirasi tersebut telah diterima dalam pleno muktamar dan direncanakan untuk ditindaklanjuti pada forum Konbes.

“Karena itu, momentum Konbes dan Munas harus dikawal agar benar-benar melahirkan pasal khusus tentang Aswaja Center,” katanya.

Di Jawa Timur sendiri, lanjutnya, Aswaja NU Center telah berjalan sejak 2011. Aktivitasnya dapat ditelusuri melalui laman resmi www.aswajanucenterjatim.or.id. Bahkan, hampir seluruh PCNU di Jawa Timur telah memiliki lembaga Aswaja Center sebagai badan khusus, dan sebagian MWCNU juga telah membentuknya.

Model serupa juga mulai berkembang di sejumlah daerah lain. Di Jawa Tengah, misalnya, Aswaja Center dipimpin oleh Kiai Ulil Albab dari Wonosobo, sementara di Jawa Barat juga pernah berdiri lembaga serupa yang dipimpin oleh Kiai Mirfaqo.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PWNU Jatim, Dr. KH Wafiul Ahdi, menilai pelembagaan Aswaja Center sangat mendesak karena ajaran Ahlussunnah wal Jamaah merupakan ruh dari Nahdlatul Ulama. Di era digital saat ini, menurutnya, tantangan ideologi semakin terbuka dan mudah memengaruhi generasi muda.

“Peran penting pelembagaan Aswaja Center adalah untuk memperkuat syiar dan kaderisasi Aswaja. Apalagi ada survei yang menunjukkan bahwa banyak GenZ NU saat ini belum memahami secara mendalam faham Aswaja An-Nahdliyah. Ini tentu mengkhawatirkan jika tidak ada upaya serius dalam advokasi, literasi Aswaja, penerbitan buku, dan penguatan pemahaman keagamaan,” jelasnya.

Secara sanad keilmuan, Aswaja An-Nahdliyah berpijak pada hujjah Asy’ariyah dan Maturidiyah dalam bidang akidah, mengikuti empat mazhab fiqih (Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah), serta merujuk pada tradisi tasawuf Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Junaid al-Baghdadi.

Selain usulan pelembagaan Aswaja Center, Muskerwil PWNU Jatim juga merumuskan sejumlah rekomendasi lain untuk dibahas dalam Munas dan Konbes NU. Di antaranya penguatan tiga pilar pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan UMKM, hilirisasi pertanian dan perhutanan sosial, serta penguatan filantropi berbasis ZIS.

Rekomendasi lainnya mencakup pengembangan layanan kesehatan dan farmasi berbasis jamaah melalui jaringan rumah sakit dan klinik NU, serta penguatan pelembagaan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). (*)

Tombol Google News

Tags:

PWNU sidang nu Aswaja Muskerwil Muktamar