KETIK, BREBES – Komitmen dan keteladanan pimpinan lembaga pendidikan menjadi faktor penentu dalam mendorong transformasi dan peningkatan mutu pendidikan nasional.
Hal itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasaniyyah Kedawon, Dr. KH. Nuridin Syamsudin M.Pd., saat menghadiri Seminar Pendidikan yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Brebes di Ponpes Al Hasaniyyah Kedawon, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurutnya, perubahan kurikulum dan modernisasi fasilitas tidak akan berjalan optimal tanpa adanya integritas serta contoh nyata dari para pemegang kebijakan di sekolah dan madrasah.
“Pendidikan akan maju dan sukses jika pimpinannya berkomitmen dan menjadi contoh yang baik. Seminar nasional ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada kepala madrasah,” ujarnya.
KH. Nuridin menilai metode pendidikan berbasis pesantren relevan untuk diterapkan di madrasah. Ia berharap pola kepemimpinan kepala madrasah tidak jauh dari nilai-nilai kepesantrenan yang terbukti mampu melahirkan generasi cerdas dan berakhlak.
Kepala Kemenag Brebes, H. Aqsho menambahkan seminar ini merupakan bentuk sinergi untuk meningkatkan kinerja kepala madrasah.
Dengan menghadirkan motivator nasional asal Brebes, H. Nanang Qosim Yusuf, diharapkan para peserta dapat membawa semangat baru bagi kemajuan madrasah.
“Kita mengembalikan agama sebagai pondasi pendidikan dan memperkuat kurikulum berbasis cinta, cinta kepada Tuhan, Nabi, diri sendiri, dan sesama manusia,” kata Aqsho.
Ia juga mendorong kolaborasi dengan pondok pesantren agar metode pembelajaran yang religius dapat diadopsi madrasah.
Seminar yang berlangsung di lingkungan Ponpes Al Hasaniyyah Kedawon ini dihadiri kepala madrasah negeri dan swasta, guru, tokoh agama, serta insan pendidikan se-Kabupaten Brebes.
Selain KH. Nuridin dan Dr. Aqsho, hadir pula Kabid Penmad Kanwil Kemenag Jateng H. Amin Handoyo dan motivator nasional H. Nanang Qosim Yusuf.(*)
