Pemkab Lebak Optimalkan Potensi Perikanan melalui Program Budidaya dan Pemberdayaan Nelayan

23 Juli 2026 10:30 23 Jul 2026 10:30

Abdul Kohar

Editor
Thumbnail Pemkab Lebak Optimalkan Potensi Perikanan melalui Program Budidaya dan Pemberdayaan Nelayan

Benih ikan lele ukuran 7-8 cm. (Foto: Denny Iskandar for Ketik.com)

KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perikanan menargetkan pertumbuhan produksi sektor perikanan sebesar 2 persen dari capaian tahun 2026 ke tahun 2027. Target tersebut akan diupayakan melalui penguatan sektor budidaya dan perikanan tangkap, pembinaan pelaku usaha, serta dukungan berbagai program strategis dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Denny Iskandar, mengatakan berdasarkan data BPS Provinsi Banten Dalam Angka 2025, total produksi perikanan Kabupaten Lebak mencapai 10.845 ton. Produksi tersebut terdiri atas 6.831 ton perikanan tangkap dan 4.014 ton perikanan budidaya pembesaran. Selain itu, produksi pembenihan mencapai 3,166 juta ekor benih.

"Target kinerja yang kami tetapkan adalah pertumbuhan produksi sektor perikanan sebesar 2 persen dari tahun 2026 ke tahun 2027. Pencapaian target tersebut akan diupayakan melalui penguatan budidaya, peningkatan hasil perikanan tangkap, pembinaan kepada pelaku usaha perikanan, serta pemberian bantuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat," ujar Denny, Kamis 23 Juli 2026.

Menurutnya, Kabupaten Lebak memiliki potensi perikanan yang besar dengan sejumlah komoditas unggulan. Pada sektor perikanan tangkap, komoditas utama meliputi cakalang sebanyak 1.588 ton, tongkol 1.107 ton, tuna 613 ton, serta berbagai jenis ikan laut lainnya.

Sementara itu, sektor budidaya didominasi produksi lele sebanyak 1.095 ton, nila 1.047 ton, ikan mas 1.032 ton, udang 791 ton, dan patin 9 ton.

Ia menjelaskan, sentra perikanan tangkap di Kabupaten Lebak berada di wilayah pesisir selatan, meliputi Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah, dan Cilograng. Adapun sentra budidaya ikan air tawar berkembang di Kecamatan Warunggunung, Rangkasbitung, Kalanganyar, Cibadak, Maja, Curugbitung, Sajira, Cimarga, dan Leuwidamar.

Meski memiliki potensi yang besar, Denny mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para pembudidaya maupun nelayan.

"Beberapa kendala yang masih dihadapi antara lain tingginya harga pakan, keterbatasan benih unggul, kondisi cuaca dan gelombang yang memengaruhi aktivitas nelayan, keterbatasan sarana budidaya, serta pemasaran hasil perikanan yang masih didominasi pasar lokal," katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Lebak telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mendorong pertumbuhan produksi sekaligus kesejahteraan masyarakat perikanan.

"Strategi yang kami lakukan meliputi pertumbuhan produksi benih melalui UPTD pembenihan, pendampingan penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), penguatan akses pemasaran hasil perikanan, serta mendukung pelaksanaan Program Budidaya Ikan Darat Tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2026–2029. Program ini mendorong setiap desa mengembangkan budidaya ikan sesuai potensi wilayahnya sehingga mampu pertumbuhan produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, lanjut Denny, Pemerintah Kabupaten Lebak juga tengah mengusulkan Program Kampung Nelayan Merah Putih kepada pemerintah pusat.

"Kami juga sedang mengusulkan Program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan kawasan perikanan yang terpadu. Program ini mencakup peningkatan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan nelayan, serta peningkatan nilai tambah hasil perikanan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Produksi Ikan benih ikan Denny Iskandar Dinas Perikanan Lebak Potensi Perikanan Program Budidaya Pemberdayaan Nelayan Kabupaten Lebak banten Ketik com