KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang tata kelola data. Dalam ajang Forum Satu Data Indonesia (SDI) tingkat Provinsi Banten tahun 2026, Kabupaten Lebak berhasil meraih peringkat ketiga sebagai penyelenggara terbaik.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian kegiatan Forum Satu Data Indonesia yang digelar pada 16 April 2026 dan dihadiri oleh seluruh perwakilan pemerintah daerah se-Provinsi Banten.
Plt Kepala Bapperida Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, mengatakan capaian tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola data yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.
“Alhamdulillah, Kabupaten Lebak kembali meraih prestasi sebagai terbaik ketiga dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia tingkat Provinsi Banten tahun 2026. Ini menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Widy kepada wartawan, Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya konsisten Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mengintegrasikan data sektoral dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurutnya, penguatan sistem data menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Fokus kami adalah memastikan setiap data yang dihasilkan memiliki standar yang jelas, dilengkapi metadata, serta terintegrasi antar perangkat daerah sehingga dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan,” katanya.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia di daerah. Sinergi antara pembina data, walidata, dan produsen data dinilai telah berjalan optimal sesuai dengan regulasi nasional.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh OPD. Kolaborasi dan komitmen menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola data yang berkualitas,” ucapnya.
Widy menambahkan capaian tersebut mampu menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak untuk terus berinovasi, khususnya dalam penguatan infrastruktur digital dan literasi data di lingkungan pemerintahan.
“Ke depan, kami tidak hanya ingin mempertahankan prestasi ini, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan data agar lebih baik lagi. Satu Data Indonesia harus menjadi dasar dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan di Kabupaten Lebak,” pungkasnya.(*)
