KETIK, SURABAYA – Suasana riuh dengan kepulan asap putih terlihat dari dapur Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Sejumlah ibu-ibu berpakaian ungu tampak fokus memasak sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Semuanya ini dilakukan untuk menyajikan hidangan yang lezat dan bergizi untuk jemaah calon haji (JCH) 2026 sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Penanggung jawab dapur Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Niem Mu'ijizah menjelaskan sangat ketat mengontrol mutu gizi, takaran baku tetap terjaga dengan baik.
"Semua makanan yang disajikan menunya sudah ditentukan sesuai dengan gizi dan kesehatan. Misalnya dagingnya untuk satu orang berapa gram, ikan berapa gram," katanya pada Kamis, 23 April 2026.
Lanjutnya, pihak dapur harus bisa menghitung porsi makanan sebelum disajikan ke JCH. Misalnya untuk daging 100 gram, artinya 1 kilogram hanya untuk 10 orang.
"Demikian juga untuk berasnya bisa 114-152 kilogram tergantung dari berapa kloter yang masuk," sambungnya.
Selain menyajikan makanan utama, dapur Asrama Haji Embarkasi Surabaya juga menyediakan makanan ringan yang kering agar aman disimpan dan dapat dinikmati kapan saja.
"Setiap jemaah mendapatkan jatah makan sebanyak tiga kali dalam sehari, ditambah dua kali penyajian camilan yang dilengkapi pula air minum, teh, dan kopi," jelasnya.
Waktu penyajian makanan, lanjut Niem, juga diatur, yaitu sarapan pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, makan siang pukul 12.00 hingga 14.00 WIB, dan makan malam pukul 17.00 hingga 19.00 WIB. (*)
