KETIK, MALANG – Kisah mengharukan datang dari calon jemaah haji (CJH) termuda dari Kota Malang, Haidar Fatta Rizki Santoso, yang masih berusia 16 tahun. Siswa kelas 1 SMA ini harus menggantikan ayahnya yang telah meninggal dunia untuk berangkat ke Tanah Suci.
Atta, sapaan akrabnya, mengaku mendapatkan kabar bahwa ia harus menggantikan keberangkatan haji, beberapa hari setelah ayahnya meninggal dunia. Setelah berdiskusi dengan sang bunda, ia langsung melakukan pengurusan dokumen ke Kantor Kemenag Kota Malang.
"Awalnya dikira minimal usia 17 tahun, ternyata ada aturan baru bisa turun jadi 13 tahun, jadi langsung diajukan," ujarnya, Rabu 22 April 2026.
Ia merasa senang mendapatkan kesempatan untuk berangkat haji menggantikan ayahnya. Terlebih ketika berada di Tanah Suci nanti, Atta berniat untuk umrah mewakilkan satu keluarganya, yakni ayah, bunda, kakak, adik, dan dirinya sendiri.
Hal tersebut juga selaras dengan pesan yang selalu disampaikan oleh mendiang ayahnya dulu. Atta diberikan amanah untuk menjadi anak yang mandiri dan mampu mengurus keluarga di rumah.
"Ayah selalu bilang dari dulu, kalau Ayah sudah tidak ada, yang mengurus semuanya harus Mas Atta. Mas Atta harus bisa 'ngapa-ngapain' (mandiri) di rumah," ucapnya.
Tak hanya mendapat dukungan dari keluarga, Atta juga didukung oleh lingkungan tempatnya menempuh pendidikan. Meskipun berangkat haji di usia yang masih belia, Atta mengaku tidak merasa cemas sama sekali sebab kepribadiannya yang mudah bergaul dan beradaptasi.
"Kita kan di dunia ini mengejar akhirat, jadi nanti berdoa agar jika sudah tiada dimasukkan ke surga tempat terbaik Allah. Lalu minta disehatkan dan dipermudah urusan keluarga dan semua orang. Satu lagi, semoga diterima di perguruan tinggi yang diharapkan," ujarnya.
Ibunda Atta, May Syaroh Buchori, menjelaskan, ia mendapatkan kabar keberangkatan haji pada 1 minggu setelah ayah Atta meninggal dunia pada 25 Agustus 2025 lalu. Ia juga menjelaskan proses pengurusan dokumen tidak memakan waktu lama.
"Pelunasan tahap dua masuk pelunasan tahap dua berapa hari, saya bilang sama KBIH terus diuruskan. Tiba-tiba mendadak langsung, 'Bu, foto sekarang'. Jadi harus berangkat sekarang (tahun ini), langsung foto. Malam itu statusnya sudah berubah ke nama Atta," ujarnya.
Cek kesehatan pun telah dilakukan dan tanpa menunggu lama, Atta dinyatakan istita'ah dan pelunasan langsung dilakukan. Ia merasa jalan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini semakin dipermudah oleh Allah.
"Jadi kaya sama Allah itu dibukakan jalannya, gampang gitu. Kan kebetulan juga harusnya kan kalau aturan lama kan 17-18 tahun, terus akhirnya setelah meninggal kok terus ada aturan baru itu turun ke 13 (tahun) gitu. Terus ya alhamdulillah," ungkapnya. (*)
