KETIK, BLITAR – Arena Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar dipenuhi ratusan sapi unggulan dari berbagai daerah di Indonesia, Sabtu 25 Juli 2026. Sebanyak sekitar 170 ekor sapi terbaik tampil dalam sembilan kategori perlombaan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar.
Kontes tersebut tidak hanya diikuti peternak dari Blitar dan Jawa Timur. Sejumlah peserta datang dari Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banyuwangi, Lumajang, Malang, hingga berbagai daerah lain yang membawa sapi-sapi berkualitas untuk bersaing di tingkat nasional.
Ketua panitia kontes, Saifulin, mengatakan tingginya animo peserta menunjukkan bahwa Kabupaten Blitar kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu pusat penyelenggaraan kontes sapi nasional, khususnya untuk sapi Peranakan Ongole (PO).
“Peserta datang dari Jakarta, Yogyakarta, Banyuwangi, Lumajang, Malang, dan daerah lainnya. Ini membuktikan Blitar memiliki daya tarik sebagai lokasi kontes sapi berskala nasional,” ujarnya.
Menurut pria yang akrab disapa Kawok itu, kontes ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi para peternak setelah beberapa tahun terakhir sektor peternakan sempat terpukul akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Melalui kegiatan tersebut, para peternak tidak hanya berkompetisi memperebutkan gelar juara, tetapi juga saling bertukar pengalaman mengenai manajemen pemeliharaan ternak agar menghasilkan sapi dengan kualitas terbaik.
“Harapan kami para peternak di Blitar Raya kembali bangkit dan semakin bersemangat mengembangkan usaha peternakan setelah terdampak wabah PMK. Kontes ini bukan hanya mencari juara, tetapi menjadi ajang silaturahmi dan motivasi agar kualitas ternak terus meningkat,” katanya.
Dalam perlombaan itu, panitia menghadirkan dewan juri profesional yang telah berpengalaman menjadi juri pada berbagai kontes bergengsi tingkat nasional, termasuk Piala Presiden di Kemayoran. Kehadiran juri nasional tersebut diharapkan mampu menjaga objektivitas serta kualitas penilaian.
Sebanyak sembilan kelas dipertandingkan, mulai pedet jantan, pedet betina, calon induk, PO P0, PO P1, PO P2, PO P3 hingga kelas ekstrem yang menjadi perhatian utama pengunjung.
Kelas ekstrem menjadi salah satu sajian paling menarik. Sejumlah sapi peserta memiliki bobot lebih dari 13 kuintal atau sekitar 1,3 ton dengan postur tubuh yang jauh di atas ukuran normal. Sapi-sapi raksasa itu didatangkan dari berbagai daerah, termasuk Malang dan Banyuwangi.
Selain menjadi ajang kompetisi, kontes juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas pelaku UMKM, perdagangan, hingga sektor jasa selama pelaksanaan kegiatan.
Saifulin berharap penyelenggaraan kontes sapi berskala nasional dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan Kabupaten Blitar. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk memperkuat citra Blitar sebagai salah satu sentra peternakan sapi nasional.
Ia juga berharap ke depan pemerintah daerah bersama DPRD dan Dinas Peternakan dapat memberikan dukungan lebih besar agar penyelenggaraan kontes semakin profesional dan mampu menarik peserta dalam jumlah yang lebih banyak lagi.
“Ke depan kami berharap Bupati Blitar, DPRD, dan Dinas Peternakan dapat memberikan dukungan agar kontes ini semakin besar, lebih profesional, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” pungkasnya.
