Ledakan Dahsyat di Pakuwon City Surabaya Diduga Akibat Ledakan Elpiji

6 Oktober 2026 13:31 6 Okt 2026 13:31

Fitra Herdian, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ledakan Dahsyat di Pakuwon City Surabaya Diduga Akibat Ledakan Elpiji

Tim INAFIS Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP, ledakan ruko di San Antonio, Pakuwon City Surabaya, Selasa, 6 Oktober 2026. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Peristiwa menggemparkan terjadi di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa, 6 Oktober 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Ledakan yang berasal dari sebuah restoran masakan Nusantara ini mengakibatkan kerusakan puluhan bangunan di sekitarnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, yang meninjau lokasi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kebocoran gas elpiji saat koki sedang memasak. Koki restoran sempat mencium bau gas menyengat sebelum ledakan terjadi secara tiba-tiba.

"Sekitar pukul 07.00 WIB, koki yang sedang memasak sempat mencium bau gas. Tak lama kemudian, terjadi ledakan," ujar Luthfie di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil olah TKP awal oleh tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jatim, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi. Polisi memastikan sumber ledakan murni berasal dari akumulasi gas yang bocor.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan tiga tabung elpiji berkapasitas 50 kilogram. Meski terjadi ledakan hebat, tabung-tabung tersebut dipastikan tidak hancur atau pecah.

"Tabung gas tidak meledak. Ledakan dipicu oleh kebocoran gas yang diduga berasal dari saluran pipanya," tambah Luthfie.

Dahsyatnya getaran ledakan berdampak pada lingkungan sekitar. Sebanyak 41 bangunan mengalami kerusakan, mayoritas berupa kaca pecah akibat gelombang tekanan.

Selain merusak bangunan, insiden ini mengakibatkan lima orang luka-luka (empat pria dan satu wanita). Seluruh korban telah dievakuasi dan menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Haji Surabaya.

Tombol Google News

Tags:

Ledakan Surabaya Pakuwon City Lutfhie Sulistiawan Kapolrestabes Surabaya