Ketersediaan Terjaga, Kebutuhan Pupuk Subsidi Petani Bojonegoro Terpenuhi

13 Mei 2026 16:03 13 Mei 2026 16:03

Ahmad Istihar, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ketersediaan Terjaga, Kebutuhan Pupuk Subsidi Petani Bojonegoro Terpenuhi

Salah satu anggota kelompok UD Usaha Tani, Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Rifaun Naim menunjukkan stok pupuk urea bersubsidi, Rabu 13 Mei 2026. (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Ketersediaan pupuk bersubsidi di UD Usaha Tani, Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam tahun 2026. Hingga saat ini, distribusi pupuk berjalan lancar tanpa kendala dengan total alokasi mencapai 325,3 ton.

Penyaluran pupuk tersebut diperuntukkan bagi enam kelompok tani utama guna mendukung produktivitas pertanian padi dan kedelai sepanjang Januari hingga Desember 2026. Berdasarkan data alokasi, pupuk Urea N 46 persen menjadi jenis pupuk dengan jumlah terbesar yakni mencapai 149,4 ton. Sementara pupuk NPK Phonska tercatat sebanyak 145,9 ton dan pupuk Organik Granul sebesar 30,5 ton.

Pemilik Kios Pupuk UD Usaha Tani, Rifaun Naim, mengatakan pihaknya terus memastikan stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman sehingga petani tidak mengalami kesulitan memperoleh pupuk selama musim tanam berlangsung.

“Distribusi pupuk sampai saat ini berjalan stabil dan aman. Kebutuhan petani masih bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Naim, Rabu, 13 Mei 2026.

Dari total alokasi tersedia, pupuk Urea menjadi jenis pupuk dengan jumlah terbesar yakni 149,4 ton atau sekitar 46 persen dari keseluruhan distribusi. Selain Urea, pupuk NPK Phonska dan Organik Granul juga terus disalurkan untuk menunjang kebutuhan pertanian masyarakat. Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan petani di lapangan agar stok tetap tersedia dan penyaluran berjalan merata.

Naim mengatakan bahwa dalam proses penyaluran pupuk bersubsidi, petani juga memanfaatkan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi( i-Pubers) dan mendapatkan kemudahan dalam menebus pupuk bersubsidi.

Aplikasi digital ini dikembangkan oleh Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia guna mempermudah proses penebusan pupuk bersubsidi oleh petani secara cepat, mudah, dan transparan.

Naim menjelaskan, penyaluran pupuk di wilayah Desa Ngraseh telah melampaui target yang ditetapkan PT Pupuk Indonesia (Persero). Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi distribusi pupuk tercatat sudah mencapai lebih dari 62 persen, dari semula target ditetapkan di angka 60 persen.

Menurutnya, pupuk NPK Phonska menjadi jenis pupuk dengan tingkat penebusan tertinggi yakni mencapai 63 persen dari total alokasi yang tersedia. Sementara pupuk Urea tercatat sebesar 62,9 persen dan Organik Granul sebesar 55,8 persen.

“Target PI 60 persen, sedangkan realisasi distribusi UD Usaha Tani sudah mencapai lebih dari 62 persen,” tambahnya.

Guna memenuhi kebutuhan pupuk petani, Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa ketersediaan stok pupuk bersubsidi di Jawa Timur, khususnya Bojonegoro terjaga dengan baik.

Hal ini dapat memenuhi kebutuhan petani terdaftar di Jawa Timur. Per tanggal 13 Mei 2026, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi di untuk petani Jawa Timur sebanyak 129.588 ton. Rinciannya Urea 99.917 ton, NPK Phonska 23.036 ton, ZA 1.454 ton, Organik Petroganik 4.663 ton, dan SP-36 sebanyak 518 ton.

Sementara stok pupuk bersubsidi di Bojonegoro pada periode yang sama sebanyak 5.906 ton. Antara lain terdiri pupuk Urea sebesar 2.673 ton, NPK Phonska 2.969 ton, dan Organik Petroganik 264 ton.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, M. Ali Irtadho, menyebut para petani sejauh ini tidak mengalami kendala dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Ketersediaan stok di gudang dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan anggota kelompok tani.

Menurut Ali, kebutuhan pupuk petani terpenuhi dikarenakan kebijakan Pemerintah yang memudahkan petani menebus hingga penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku sejak Oktober 2025.

“Distribusi berjalan lancar dan stok pupuk masih aman. Data penyaluran juga sesuai antara alokasi, penebusan, dan sisa stok,” kata Ali.

Dengan ketersediaan pupuk yang terus terjaga, para petani berharap proses tanam dan perawatan tanaman dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kecamatan Dander Pemkab Bojonegoro Bisnis & ekonomi Pupuk Subsidi Ud Usaha Tani Desa Ngraseh Kabupaten Bojonegoro