KDS Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8–9 Persen Lewat Ekosistem Digital Bedas

12 Agustus 2026 17:48 12 Agt 2026 17:48

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail KDS Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8–9 Persen Lewat Ekosistem Digital Bedas

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat peluncuraan Toko Digital Bedas di Kantor Diskop UMKM, Rabu (12/8/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong transformasi digital menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung. Salah satunya melalui Toko Digital Bedas yang dirancang memperluas pasar produk UMKM, koperasi dan hasil pertanian sekaligus memperpendek rantai distribusi.

Dadang mengatakan penguatan ekosistem digital menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah sekaligus menghadapi transformasi menuju Indonesia Emas 2045.

"Setiap momen apa pun saya selalu menyampaikan, menghadapi Indonesia Emas 2045 itu ada lima pilar. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham tentang digitalisasi," ujar bupati yang akrab disapa KDS itu saat meluncurkan Toko Digital Bedas sekaligus meresmikan Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung, Rabu (12/8/2026).

Menurut KDS, Toko Digital Bedas harus dapat diakses masyarakat secara luas dan mudah. Kehadiran platform tersebut diharapkan membuka pasar yang lebih besar bagi produk lokal sekaligus memotong mata rantai distribusi.

Ia menilai digitalisasi tidak cukup hanya menyediakan aplikasi. Ekosistem pendukungnya harus diperkuat, termasuk koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Karena itu, KDS mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/KKMP) berperan sebagai off-taker atau penampung hasil pertanian dan produk UMKM dari masyarakat.

"Petani yang selama ini mendapatkan bantuan dan subsidi dari pemerintah, wajib menjual hasil pertaniannya kepada KDKMP atau KKMP di desa masing-masing. Untuk itu KDKMP harus siap menjadi off-taker," tegasnya.

Menurut KDS, fungsi tersebut membutuhkan dukungan permodalan yang memadai. Ia mendorong koperasi membangun sinergi pembiayaan dengan Bank bjb, Bank Himbara, BPR maupun LPDB Kementerian Koperasi.

Dengan demikian, Toko Digital Bedas tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari rantai ekonomi yang menghubungkan petani, UMKM, koperasi dan pasar.

KDS optimistis penguatan ekosistem tersebut dapat ikut mendorong laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Bandung yang saat ini mencapai 6,32 persen.

"Target kita pada 2029 bisa mencapai 8 sampai 9 persen," katanya.

Ia menegaskan percepatan ekonomi juga harus dibarengi dengan tata kelola yang profesional. Karena itu, ASN dan pengurus koperasi diminta menjaga integritas serta transparansi dalam menjalankan pelayanan dan mengelola keuangan.

"ASN itu bukan raja, termasuk saya bupati bukan raja. Tapi ASN dan kita semua adalah sebagai pelayan masyarakat. Kita tingkatkan terus pelayanan dan profesionalisme," ujar KDS.

Menurutnya, keberhasilan transformasi digital pada akhirnya bukan diukur dari keberadaan aplikasi, tetapi dari seberapa jauh teknologi mampu membuka akses pasar, memperkuat pelaku ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung.(*)

Tombol Google News

Tags:

BUPATI BANDUNG dadang supritna kang ds kds Digitalisasi UMKM